Logo Header Antaranews Jogja

Rusia menaikkan bunga

Rabu, 28 Desember 2022 06:31 WIB
Image Print
Foto Dokumen: Tampak luar kantor pusat Bank Sentral Rusia di Moskow, Rusia, 29 Maret 2021. Sebuah tanda bertuliskan: "Bank of Russia". ANTARA/REUTERS/Maxim Shemetov

Moskow (ANTARA) - Bank sentral Rusia dapat menaikkan suku bunga pada tahun 2023 jika risiko inflasi seperti kekurangan tenaga kerja dan pembatasan impor memiliki dampak yang berarti, kata Wakil Gubernur Alexei Zabotkin kepada harian RBC dalam sebuah wawancara.

Bank sentral Rusia mempertahankan suku bunga utamanya di 7,5 persen pada pertemuan terakhir tahun ini 16 Desember, tetapi sedikit mengubah retorikanya untuk mengakui meningkatnya risiko inflasi, dengan mengatakan mobilisasi militer baru-baru ini menambah kekurangan tenaga kerja.

"Ada pemahaman bahwa jika (kenaikan suku bunga) diperlukan untuk menstabilkan inflasi sebesar 4,0 persen pada 2024, maka kami akan melakukannya," kata Zabotkin dalam wawancara dengan RBC yang diterbitkan Selasa.

Dia menunjuk ekspektasi inflasi yang tinggi, krisis tenaga kerja, kendala logistik, lintasan defisit fiskal yang lebih tinggi dari yang direncanakan, dan kondisi eksternal yang memburuk sebagai risiko.

"Bersama-sama, ini adalah kumpulan besar faktor pro-inflasi," kata Zabotkin.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026