
ASEAN rembuk "blueprint" 2025

Jakarta (ANTARA) - ASEAN Finance and Central Bank Deputies Meeting - Working Group (AFCDM-WG) membahas perkembangan ASEAN Blueprint 2025 yang direfleksikan dalam berbagai agenda komite kerja di sektor keuangan ASEAN pada 2022 dan rencana kerja tahun 2023.
"Di bawah kepemimpinan Indonesia pada ASEAN, Indonesia akan bekerja sama dengan semua anggota ASEAN untuk melakukan review proses jalur keuangan ASEAN untuk memastikan ASEAN dapat merespons terhadap berbagai perubahan dan tantangan," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 diharapkan dapat mendorong ASEAN untuk berperan aktif, menawarkan ide dan solusi untuk memperkuat pemulihan ekonomi dan menjadikan Asia Tenggara sebagai mesin pertumbuhan dunia yang berkelanjutan.
Rangkaian pertemuan AFCDM-WG pada 6-10 Februari 2023 di Nusa Dua, Bali mengawali Keketuaan ASEAN 2023 pada jalur keuangan. AFCDM-WG merupakan pertemuan pleno level teknis membahas hasil-hasil pertemuan komite kerja sebelumnya dan berbagai agenda kerja sama sektor keuangan ASEAN, termasuk pembahasan Priority Economic Deliverables (PED) usulan Indonesia.
Dalam pertemuan pleno itu, Dody menekankan pentingnya bagi ASEAN untuk melanjutkan proses yang telah ada berdampak pada ekonomi ASEAN, sekaligus terbuka dan dapat beradaptasi dengan perubahan untuk menyambut masa depan dan menghadapi tantangan.
Kerja sama lintas sektoral pada pilar ekonomi ASEAN, termasuk proposal PED Indonesia diharapkan mampu memperkuat proses kerja sama ekonomi dan keuangan dalam mendorong proses pemulihan dan ketahanan ekonomi kawasan ASEAN dalam menghadapi ketidakpastian dan tantangan global ke depan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ASEAN bahas perkembangan "blueprint" 2025 sektor keuangan
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
