Logo Header Antaranews Jogja

Jelang data inflasi, anjlok dolar AS

Rabu, 12 April 2023 06:44 WIB
Image Print
Ilustrasi - Mata uang Euro, dolar Hong Kong, dolar AS, yen Jepang, pound, dan uang kertas 100 yuan China. ANTARA/REUTERS/Jason Lee/aa.

New York (ANTARA) - Anjlok dolar AS jatuh terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada Rabu pagi WIB karena pelaku pasar membukukan keuntungan ketika menunggu data inflasi AS.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,36 persen pada 102,2017 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0908 dolar AS dari 1,0859 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,2418 dolar AS dari 1,2381 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 133,7700 yen Jepang, lebih tinggi dari 133,5860 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9033 franc Swiss dari 0,9097 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3467 dolar Kanada dari 1,3508 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,4551 krona Swedia dari 10,5313 krona Swedia.

Pelaku pasar sedang menunggu pembacaan indeks harga konsumen AS dan indeks harga produsen AS untuk Maret, yang dijadwalkan akan dirilis masing-masing pada Rabu dan Kamis (13/4/2023).

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar AS jatuh, investor lakukan aksi ambil untung jelang data inflasi



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026