
Sebelum mudik, pengendara harus cek kondisi ban

Jakarta (ANTARA) - Satu-satunya komponen yang langsung menyentuh permukaan aspal dari sebuah kendaraan adalah ban, oleh karena itu setiap masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik disarankan untuk melakukan pemeriksaan awal agar tidak adanya hambatan selama perjalanan.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno dalam keterangan pers, Kamis (13/4), mengatakan bahwa keselamatan menjadi faktor penentu kelancaran bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi saat pulang ke kampung halaman.
"
2. Spooring dan balancing
Salah satu kerusakan ban yang sering tidak terdeteksi adalah keausan tread atau tapak yang tidak merata. Tekanan angin yang tidak tepat, masalah suspensi mobil serta roda yang tidak sejajar adalah beberapa faktor yang dapat mengakibatkan keausan tidak merata itu.
3. Tekanan ban yang sesuai
Memastikan tekanan angin ban yang tepat sangatlah penting. Tekanan yang terlalu rendah dapat membuat pengendali mobil menjadi limbung pada kecepatan tinggi, serta mengurangi efisiensi BBM ketika berkendara.
Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan ban terasa lebih keras serta aus lebih cepat pada bagian tengah. Periksalah tekanan angin ban menjelang perjalanan mudik dan pastikan sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan, yang dapat dilihat pada label yang ditempelkan di pilar pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.
4. Ban dalam kondisi prima
Jika melihat adanya tanda-tanda kerusakan ban mobil seperti tapak yang mulai aus, timbul keretakan maupun benjolan pada dinding ban, serta sudah terlalu banyak tambalan akibat ban bocor, itu bisa jadi merupakan tanda-tanda ban perlu diganti.
.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penting, periksa kondisi ban sebelum melakukan mudik
Pewarta : Chairul Rohman
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
