Logo Header Antaranews Jogja

Cadangan bank memada, papar OJK

Selasa, 9 Mei 2023 06:19 WIB
Image Print
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar (kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua dari kiri), Gubernur Bank Indoenesia (BI) Perry Warjiyo (kedua dari kanan), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan cadangan perbankan sangat memadai meski masa restrukturisasi kredit COVID-19 telah berakhir pada Maret 2023.

"Selama satu setengah tahun terakhir ini, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang bisa dibangun oleh setiap bank dan sistem bank secara menyeluruh sudah tinggi," ujar Mahendra dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2023 di Jakarta, Senin.

Maka dari itu, ia menyebutkan pihaknya tidak akan menghadapi kondisi peningkatan kredit macet (Non Performing Loan/NPL) yang berlebihan.

Adapun khusus dengan CKPN berkaitan dengan kredit yang selesai diperpanjang restrukturisasinya pada Maret 2023, berada pada kisaran 25-26 persen atau sangat memadai. Per triwulan I-2023, kredit restrukturisasi COVID-19 terus melanjutkan penurunan menjadi Rp405,42 triliun dengan jumlah debitur yang juga terus menurun menjadi 1,83 juta debitur.

Meski demikian, Mahendra menuturkan pihaknya belum bisa melihat lebih detail dampak restrukturisasi kredit yang sebagian besar berakhir pada bulan Maret 2023, lantaran penghitungan kondisi akhir Maret 2023 baru dilakukan perbankan pada akhir April 2023 dan saat ini baru memasuki bulan Mei 2023.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: OJK: Cadangan bank memadai meski restrukturisasi kredit berakhir



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026