Logo Header Antaranews Jogja

Naik, harga emas

Selasa, 29 Agustus 2023 06:08 WIB
Image Print
Sejumlah orang berbelanja di sebuah toko emas untuk menyambut Festival Tihar atau festival cahaya di Kathmandu, Nepal, Minggu (23/10/2022). ANTARA FOTO/Xinhua/Sulav Shrestha/rwa.

Chicago (ANTARA) - Naik, harga emas berjangka menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa pagi WIB) menghentikan penurunan selama dua sesi berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat 6,90 dolar AS atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 1.946,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.954,20 dolar AS dan terendah di 1.940,10 dolar AS.

Emas berjangka jatuh 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.939,90 dolar AS pada Jumat (25/8/2023), setelah merosot 1,00 dolar AS atau 0,05 persen menjadi 1.947,10 dolar AS pada Kamis (24/8/2023), dan melonjak 22,10 dolar AS atau 1,15 persen menjadi 1.948,10 dolar AS pada Rabu (23/8/2023).

Logam kuning mencatat keuntungan pada Senin (28/8/2023) setelah kontrak emas paling aktif membukukan kenaikan mingguan pertamanya dalam empat minggu hingga Jumat (25/8/2023).

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS 10-tahun turun tipis di angka 4,218 persen, sedangkan Indeks dolar AS yang mengukur nilai greenback terhadap enam rival utamanya, sedikit berubah di angka 104,07. Imbal hasil obligasi bergerak berbanding terbalik dengan harga.

Untuk emas "terputusnya hubungan antara kenaikan imbal hasil obligasi dan dolar AS adalah tanda bullish yang positif," kata Chintan Karnani, konsultan independen yang memantau pasar emas selama 20 tahun terakhir seperti dikutip Market Watch.

Tetapi, kata dia, "emas perlu terus diperdagangkan dengan garis harga yang meningkat pada minggu depan untuk mengonfirmasi tren bullish yang berkelanjutan."


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas menetap lebih tinggi setelah penurunan dua sesi berturut-turut



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026