Logo Header Antaranews Jogja

Naik, dolar AS

Sabtu, 2 September 2023 08:04 WIB
Image Print
Arsip foto - Gambar ilustrasi uang kertas dolar AS, Franc Swiss, pound Inggris dan Euro, diambil di Warsawa 26 Januari 2011. ANTARA/REUTERS/Kacper Pempel/pri. (ANTARA/REUTERS/Kacper Pempel))

New York (ANTARA) - Naik, dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Sabtu pagi WIB karena indeks manufaktur AS naik pada Agustus.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,60 persen menjadi 104,2294 pada akhir perdagangan.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) pada Jumat (1/9/2023) berada di 47,6 untuk Agustus setelah mencatat angka 46,4 pada Juli. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

“Sektor manufaktur AS menyusut lagi, namun kenaikan PMI menunjukkan tingkat kontraksi yang lebih lambat,” kata Timothy Fiore, ketua Komite Survei Bisnis Manufaktur ISM. "Pembacaan indeks komposit Agustus mencerminkan perusahaan mengelola produksi dengan tepat seiring berlanjutnya penurunan pesanan, namun kenaikan dari bulan ke bulan merupakan tanda perbaikan."

Indeks dolar AS menguat setelah rilis laporan PMI manufaktur ISM yang lebih baik dari perkiraan, membalikkan penurunan sebelumnya menyusul laporan pekerjaan yang beragam pada Agustus.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak lebih tinggi setelah laporan tersebut, memberikan dukungan tambahan terhadap mata uang Amerika.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar AS menguat setelah laporan data indeks manufaktur dan pekerjaan



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026