
Cak Imin tak pernah bawa-bawa PBNU

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan dia tidak pernah membawa-bawa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam aktivitasnya terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. tetapi dia menegaskan dirinya merupakan warga Nahdliyin sejak lahir.
“Saya nggak pernah bawa-bawa itu. Saya tidak pernah bawa-bawa PBNU, tetapi saya dari lahir sampai sekarang orang tahu saya NU (Nahdlatul Ulama),” kata Muhaimin di NasDem Tower, Jakarta, Rabu, saat dia diminta tanggapannya terkait pernyataan Ketua Umum PBNU.
Muhaimin saat ini merupakan bakal calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan, bakal calon presiden untuk Pilpres 2024. Keduanya mendeklarasikan diri sebagai pasangan di Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu. Dalam acara deklarasi itu, Partai NasDem dan PKB memastikan dukungannya untuk pasangan tersebut, sementara PKS masih menunggu hasil musyawarah Majelis Syuro untuk menyetujui Muhaimin sebagai pendamping Anies.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf pada pekan lalu mengingatkan para politikus, terutama para bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden untuk tidak membawa nama NU dalam agenda politik mereka di Pilpres 2024.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Muhaimin: Saya tidak pernah bawa-bawa PBNU, tetapi dari lahir saya NU
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
