Logo Header Antaranews Jogja

Merosot, dolar AS

Rabu, 29 November 2023 09:39 WIB
Image Print
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Senin (20/11/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU

New York (ANTARA) - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dipicu pernyataan dovish Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga lebih jauh mungkin tidak diperlukan.

Indeks dolar yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama lainnya melemah 0,45 persen menjadi 102,7465.

Indeks Kepercayaan Konsumen pada November yang dilaporkan oleh The Conference Board pada Selasa (28/11/2023) melampaui ekspektasi sebelumnya dan angka revisi bulan Oktober.

Pada saat yang sama, Waller menyampaikan kemungkinan penurunan suku bunga jika inflasi tetap berada dalam tren menurun dalam jangka waktu lama, yang menyebabkan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar AS.

Sementara itu, Gubernur Fed Michelle Bowman tetap bersikap hawkish dengan mengatakan bahwa menurutnya The Fed harus menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menurunkan inflasi ke target 2 persen pada waktu yang tepat.

Namun, perubahan nada bicara Waller tampaknya lebih mempengaruhi pasar karena investor tidak memperkirakan The Fed akan memilih untuk menaikkan suku bunga, dikutip dari Xinhua.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar melemah dipicu pernyataan dovish pejabat Fed



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026