Logo Header Antaranews Jogja

Wamen Komdigi mengimbau pengembangan AI sertakan perspektif etika

Jumat, 17 April 2026 14:08 WIB
Image Print
Wamen Komdigi Nezar Patria usai membuka workshop artificial intelligence (AI) di UGM Yogyakarta. Jumat (17/4/2026) ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi Digital (Komdigi), Nezar Patria mengimbau berbagai pihak agar dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dapat menyertakan perspektif etika.

Wamen Nezar di Yogyakarta, Jumat, mengatakan peristiwa-peristiwa penyalahgunaan penggunaan AI setelah mengedit foto orang lain tersebut mungkin akan terjadi, ketika memakai teknologi kecerdasan buatan tidak dengan panduan etis.

"Oleh karena itu, kita mengimbau agar pemakaian dan pengembangan AI ini ikut menyertakan perspektif etika. Jadi, penggunaan secara etis," kata Wamen Nizar setelah membuka workshop AI Talent Factory di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Wamen Komdigi mengatakan saat ini Pemerintah Indonesia sedang menyusun satu dokumen AI untuk melengkapi peta jalan AI nasional, yang diharapkan akan menjadi Peraturan Presiden dan segera ditetapkan dalam waktu yang tidak lama.

"Jadi, memang kita berharap agar pengembangan AI ini memikirkan sisi etik, yang kita sebut ethics by design," kata Wamen.

Dengan demikian, kata dia, ketika sudah didesain, unsur etika dalam AI sudah dipertimbangkan, termasuk apakah layak atau boleh menghasilkan konten-konten yang akan kontroversial.

"Misalnya, memuat sentimen agama, sentimen yang mengandung unsur pornografi. Karena kita lihat betapa mudahnya penggunaan aplikasi itu, kemudian menciptakan dengan generatif AI bisa menciptakan gambar-gambar yang mengandung unsur pornografi," katanya.

Komdigi berharap para pengembang teknologi artificial intelligence itu bisa aware atau perhatian dengan persoalan-persoalan tersebut dan melakukan satu solusi teknologi.

"Kita tidak membatasi inovasinya ya, cuma ketika satu produk ini dilemparkan ke tengah masyarakat, unsur etis itu harus dipertimbangkan," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026