Logo Header Antaranews Jogja

Ini sejarahnya Hari PMI diperingati 17 September

Kamis, 3 September 2026 10:52 WIB
Image Print
Pelatihan Palang Merah Pemuda saat akan bertugas di medan pertempuran sebagai pasukan penolong (mobile colone) tahun 1946. ANTARA/HO-PMI

Yogyakarta (ANTARA) - Rangkaian peristiwa bersejarah berdirinya Perhimpunan Nasional Palang Merah di Indonesia dimulai setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, usai upaya pendirian organisasi serupa pada 1932, 1940, dan awal 1945 sempat digagalkan oleh pihak Belanda maupun Jepang.

Presiden Soekarno memanggil Menteri Kesehatan dr. Boentaran Martoatmodjo pada 3 September 1945 untuk memerintahkan pembentukan Badan Palang Merah Nasional guna membantu pertukaran tawanan perang, pertolongan medis kemerdekaan, dan penerimaan bantuan internasional melalui palang merah internasional untuk korban perang.

Menteri Kesehatan kemudian membentuk Panitia Lima: terdiri dari dr. R. Mochtar (ketua), dr. Bahder Djohan (penulis), dan sebagai anggotanya dr. Mardjoeki, dr. Djoehana, dan dr. Sitanala pada 5 September 1945 yang bertugas mempersiapkan pendirian Palang Merah Indonesia (PMI) melalui penyusunan Anggaran Dasar, pembentukan hubungan informatif, pembentukan cabang, serta pengusulan susunan pengurus pusat.

Tim khusus tersebut menjalankan berbagai usaha utama, mulai dari menyusun anggaran dasar berstandar internasional, menjalin hubungan informateris dengan berbagai badan nasional dan luar negeri, membantu pendirian cabang, hingga merancang usulan susunan pengurus pusat PMI.

Panitia Lima menyampaikan usulan susunan Pengurus Besar PMI kepada Presiden Soekarno pada 15 September 1945, yang kemudian disahkan dan minta dukungan dari para raja Solo dan Yogyakarta yaitu Solo Ko, Jogjakarta Ko, Mangkoenegaran Koe, dan Pakoealaman Koe untuk membantu sebagai Penasehat PMI.

Untuk susunan pengurus tersebut antara lain, Drs. M. Hatta selaku Ketua; Ketua Muda dr. Boentaran Martoatmodjo; kemudian Badan Penulis yaitu dr. Bahder Djohan dan dr. R. Mohtar; sedangkan anggota pengurusnya terdiri dari 11 orang yaitu: Wiranata Koesoemah, Prof. Soepomo, Iwa Koesoema Soemantri, dr. Slamet Soedibio, M. Kasman Singodimedjo, Soewirjo, A.M. Dasaad, Djohan Djohor, Rachman Tamin, Wahid, dr. Kadijat, dr. Soerono.

Tepat pada 17 September 1945, terbentuklah Pengurus Besar PMI dengan Ketua pertama Mohammad Hatta yang dilantik di Jalan Surya Timur No. 1, Jakarta oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Kongres PMI ke-II di Yogyakarta pada 13–14 November 1948 secara resmi menetapkan tanggal 17 September sebagai Hari Ulang Tahun PMI yang diperingati setiap tahunnya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026