Koran mading di tengah era digital
- 12 May 2026 17:55 WIB
Peserta aksi membentangkan poster saat mengikuti aksi May Day 2026 yang digelar Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (JAMPI) DIY di halaman DPRD DIY, Yogyakarta, Jumat (1/5/2026). Aksi bertema “Pekerja Informal Berhak Hidup Layak, Bermartabat, dan Sejahtera yang Inklusif” itu menyuarakan perlindungan hukum dan jaminan sosial bagi pekerja informal. ANTARA/Rahid Putra Laksana
Seorang perwakilan pekerja informal berorasi saat aksi May Day 2026 yang digelar Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (JAMPI) DIY di halaman DPRD DIY, Yogyakarta, Jumat (1/5/2026). Aksi bertema “Pekerja Informal Berhak Hidup Layak, Bermartabat, dan Sejahtera yang Inklusif” itu menyuarakan perlindungan hukum dan jaminan sosial bagi pekerja informal. ANTARA/Rahid Putra Laksana
Sejumlah pekerja rumah tangga yang tergabung dalam Serikat Pekerja Rumah Tangga Tunas Mulia membentangkan spanduk saat Apresiasi UU PPRT dalam aksi May Day 2026 yang digelar Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (JAMPI) DIY di halaman DPRD DIY, Yogyakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam aksi tersebut, Serikat Pekerja Rumah Tangga Tunas Mulia mendorong pemerintah segera menyusun peraturan pemerintah dan peraturan menteri sebagai aturan turunan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. ANTARA/Rahid Putra Laksana
Sejumlah perempuan pekerja informal mengikuti yoga bersama dalam rangkaian aksi May Day 2026 yang digelar Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (JAMPI) DIY di halaman DPRD DIY, Yogyakarta, Jumat (1/5/2026). Yoga bersama yang diikuti sekitar 40 orang dari berbagai serikat pekerja informal itu digelar untuk menjaga kesehatan sekaligus menghilangkan penat yang dirasakan perempuan pekerja informal. ANTARA/Rahid Putra Laksana
Sejumlah perempuan pekerja informal mengikuti yoga bersama dalam rangkaian aksi May Day 2026 yang digelar Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (JAMPI) DIY di halaman DPRD DIY, Yogyakarta, Jumat (1/5/2026). Yoga bersama yang diikuti sekitar 40 orang dari berbagai serikat pekerja informal itu digelar untuk menjaga kesehatan sekaligus menghilangkan penat yang dirasakan perempuan pekerja informal. ANTARA/Rahid Putra Laksana