PAN: capres mengerucut pada Prabowo dan Hatta
Senin, 13 Agustus 2012 19:26 WIB
Partai Amanat Nasional (waspada.co.id)
Jakarta (ANTARA Jogja) - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya memperkirakan calon presiden pada Pemilu 2014 akan mengerucut pada nama Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto dan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa.
"Kedua tokoh ini yang kecenderungan surveinya paling baik dibandingkan yang lain. Dengan melihat perbandingan tingkat pengenalan dan kesukaan," kata Bima di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kecenderungan itu mengacu pada hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang diumumkan pada Minggu (12/8). Survei JSI menempatkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dengan angka elektabilitas tertinggi yakni 15,9 persen suara.
Megawati unggul atas 20 nama kandidat lain yang berasal dari kalangan partai politik maupun independen. Di bawah nama Megawati, ada Prabowo Subianto (12,6 persen), Aburizal Bakrie (9,5 persen), Jusuf Kalla (7,2 persen), dan Hatta Radjasa (5,9 persen).
Alasan lain, kata Bima, melihat dukungan politik yang pasti dari partai sendiri dan juga kemungkinan lintas-partai.
Tak hanya itu, Prabowo dan Hatta pun, menurut Bima, dipandang sebagai calon yang memiliki perbedaan segmen dukungan.
"Kedua tokoh punya potensi untuk mobilisasi pemilih yang berbeda, baik afiliasi politis maupun demografis. Dua tokoh ini mewakili blok politik dan era politik yang berbeda pula," katanya.
(B009)
"Kedua tokoh ini yang kecenderungan surveinya paling baik dibandingkan yang lain. Dengan melihat perbandingan tingkat pengenalan dan kesukaan," kata Bima di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kecenderungan itu mengacu pada hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang diumumkan pada Minggu (12/8). Survei JSI menempatkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dengan angka elektabilitas tertinggi yakni 15,9 persen suara.
Megawati unggul atas 20 nama kandidat lain yang berasal dari kalangan partai politik maupun independen. Di bawah nama Megawati, ada Prabowo Subianto (12,6 persen), Aburizal Bakrie (9,5 persen), Jusuf Kalla (7,2 persen), dan Hatta Radjasa (5,9 persen).
Alasan lain, kata Bima, melihat dukungan politik yang pasti dari partai sendiri dan juga kemungkinan lintas-partai.
Tak hanya itu, Prabowo dan Hatta pun, menurut Bima, dipandang sebagai calon yang memiliki perbedaan segmen dukungan.
"Kedua tokoh punya potensi untuk mobilisasi pemilih yang berbeda, baik afiliasi politis maupun demografis. Dua tokoh ini mewakili blok politik dan era politik yang berbeda pula," katanya.
(B009)
Pewarta :
Editor : Mamiek
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo: Saya terima kasih kepada Anies dan Ganjar yang mengejek saat kampanye
21 March 2024 21:30 WIB, 2024
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Warga antre sejak dini hari demi ikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka
17 August 2026 8:30 WIB