Bogor (ANTARA Jogja) - Tak mudah untuk sampai di perkampungan Nyalindung, bahkan sekadar untuk melacaknya di mesin pencari data atau di jaringan internet pun tidak ditemukan.

"Saya lacak nama Kampung Nyalindung itu ada di Sukabumi, tapi yang kita tuju ternyata di daerah Jonggol," kata Nugi, penyanyi yang ikut "Jelajah Gizi Komunitas Sarihusada Ayo Melek Gizi" di Kampung Nyalindung, Desa Pabuaran, Bogor, Kamis.

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional setiap tanggal 25 Januari, Sarihusada selaku perusahaan nutrisi ibu dan anak mengajak para jurnalis untuk bergabung dalam kegiatan tersebut. Nugi juga diundang dan mengikuti perjalanan keras ke kampung itu.

Acara ini merupakan kegiatan sosial berupa edukasi gizi dan aktivitas sosial yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat/komunitas akan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak dengan memberdayakan sumber pangan lokal.

Kampung Nyalindung dipilih sebagai lokasi karena desa ini merupakan desa yang letaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta dan masih terisolasi serta tidak ada akses transportasi.

Penduduk di Kampung Nyalindung juga sering mengonsumsi pangan yang tidak bergizi dan tidak memiliki pengetahuan terkait dengan gizi. Kampung ini pun tidak memiliki fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai sehingga kelahiran di desa ini dibantu oleh dukun beranak bahkan keluarga sendiri.

Masyarakat di sana tergolong miskin, tetapi hidup di atas lahan yang subur. Bila dikembangkan (edukasi dan pelatihan), potensi desa ini bisa dikembangkan.

Kegiatan juga menyertakan pakar gizi dari IPB Prof.Dr. Ahmad Sulaeman, Corporate Affairs Head Sarihusada Arif Mujahidin Corporate Affairs & Legal Director Sarihusada Yeni Fatmawati. Nugi bersama seluruh peserta juga menyelenggarakan edukasi gizi. 

(S02)


Pewarta :
Editor : Mamiek
Copyright © ANTARA 2026