Bantul jamin stok beras aman jelang Lebaran
Kamis, 1 Agustus 2013 10:52 WIB
Stok beras bulog (istimewa)
Bantul (Antara Jogja) - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin stok beras untuk daerah ini aman menjelang Lebaran 2013 bahkan mencukupi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.
"Beras Bulog yang tersedia di gudang Pajangan saat ini sebanyak 3.000 ton diprediksikan mencukupi kebutuhan masyarakat Bantul hingga enam bulan ke depan," kata Kepala Disperindagkop Bantul, Sulistyanto di Bantul, Kamis.
Menurut dia, untuk persediaan beras yang terdapat di kalangan petani masih mencukupi kebutuhan rumah tangga, karena petani di Bantul dapat memproduksi 129.817 ton sementara kebutuhan per kapita per tahun sebanyak 86,50 ton.
"Untuk stok beras, masyarakat tidak perlu khawatir meskipun menjelang Lebaran permintaan kebutuhan pokok meningkat, karena tiap tahun Bantul surplus beras, kami jamin keamanannya," katanya.
Selain beras, kata dia berdasarkan koordinasi dan hasil laporan dari masing-masing instansi terkait tentang kesiapan dan pengamanan bahan kebutuhan pokok strategis lainnya menghadapi Lebaran 2013 juga dipastikan aman.
Ia menyebutkan, kacang tanah Bantul memproduksi sekitar 4.450 ton dengan kebutuhan per kapita/tahun 0,80 ton sementara bawang merah dari produksi 9.642 ton kebutuhan per kapita/tahun dan cabai rawit produksi 13.703 ton juga sudah melebihi dari permintaan.
"Saat menjelang hingga usai Lebaran, permintan masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok biasanya meningkat jauh lebihtinggi, sehingga demi kelancaran semuanya harus dikendalikan dan dikelola dengan
baik,"katanya.
Sementara itu menurut dia, untuk harga bahan kebutuhan pokok strategis khususnya kebutuhan primer sepekan lebih menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah ini relatif stabil bahkan sebagian mengalami penurunan harga karena stok mencukupi.
"Hanya saja daging sapi dari pertengahan Juli lalu paguyuban jagal sapi di sentra ternak Segoroyoso Pleret Bantul menaikkan harga Rp4.000 per kilogram, atau harga di pasar berkisar Rp96.000 sampai Rp100.000 per kilogram," katanya.
Namun demikian, kata dia pihaknya memastikan kenaikan harga daging tidak ada pengaruh stok, karena di beberapa sentra ternak sapi di Bantul dapat memproduksi daging sapi 2.840 ton melebih kebutuhan permintaan.
"Tim pemantau harga di pasar juga telah meminta pedagang untuk tidak menjual dengan harga yang tidak sewajarnya dan sudah berkomitmen agar menyesuaikan dengan kondisi," katanya.
(KR-HRI)
"Beras Bulog yang tersedia di gudang Pajangan saat ini sebanyak 3.000 ton diprediksikan mencukupi kebutuhan masyarakat Bantul hingga enam bulan ke depan," kata Kepala Disperindagkop Bantul, Sulistyanto di Bantul, Kamis.
Menurut dia, untuk persediaan beras yang terdapat di kalangan petani masih mencukupi kebutuhan rumah tangga, karena petani di Bantul dapat memproduksi 129.817 ton sementara kebutuhan per kapita per tahun sebanyak 86,50 ton.
"Untuk stok beras, masyarakat tidak perlu khawatir meskipun menjelang Lebaran permintaan kebutuhan pokok meningkat, karena tiap tahun Bantul surplus beras, kami jamin keamanannya," katanya.
Selain beras, kata dia berdasarkan koordinasi dan hasil laporan dari masing-masing instansi terkait tentang kesiapan dan pengamanan bahan kebutuhan pokok strategis lainnya menghadapi Lebaran 2013 juga dipastikan aman.
Ia menyebutkan, kacang tanah Bantul memproduksi sekitar 4.450 ton dengan kebutuhan per kapita/tahun 0,80 ton sementara bawang merah dari produksi 9.642 ton kebutuhan per kapita/tahun dan cabai rawit produksi 13.703 ton juga sudah melebihi dari permintaan.
"Saat menjelang hingga usai Lebaran, permintan masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok biasanya meningkat jauh lebihtinggi, sehingga demi kelancaran semuanya harus dikendalikan dan dikelola dengan
baik,"katanya.
Sementara itu menurut dia, untuk harga bahan kebutuhan pokok strategis khususnya kebutuhan primer sepekan lebih menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah ini relatif stabil bahkan sebagian mengalami penurunan harga karena stok mencukupi.
"Hanya saja daging sapi dari pertengahan Juli lalu paguyuban jagal sapi di sentra ternak Segoroyoso Pleret Bantul menaikkan harga Rp4.000 per kilogram, atau harga di pasar berkisar Rp96.000 sampai Rp100.000 per kilogram," katanya.
Namun demikian, kata dia pihaknya memastikan kenaikan harga daging tidak ada pengaruh stok, karena di beberapa sentra ternak sapi di Bantul dapat memproduksi daging sapi 2.840 ton melebih kebutuhan permintaan.
"Tim pemantau harga di pasar juga telah meminta pedagang untuk tidak menjual dengan harga yang tidak sewajarnya dan sudah berkomitmen agar menyesuaikan dengan kondisi," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor : Heru Jarot Cahyono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mentan tegaskan produksi dan stok pangan tetap aman di tengah dinamika cuaca
05 February 2026 22:53 WIB
Kabapanas/Mentan tegaskan stok beras aman hingga akhir 2025 dan awal Ramadhan
22 December 2025 19:31 WIB
Terpopuler - Jogja Terkini
Lihat Juga
Daop 6 Yogyakarta perkuat kesiapsiagaan petugas pengamanan perkeretaapian
30 September 2026 16:56 WIB
Pemkab Sleman-Klaten sepakati pembagian pajak PBJT kawasan Candi Prambanan
28 September 2026 16:50 WIB