Jogja (Antara Jogja) - Penampilan kelompok musik calung yang selama ini menjadi tontonan para wisatawan di kawasan Malioboro akan dibatasi selama libur Lebaran sebagai upaya memperlancar lalu lintas.

"Pembatasan ini dilakukan karena kawasan Malioboro akan dipadati wisatawan saat libur Lebaran. Guna memperlancar arus lalu lintas, maka penampilan kelompok musik calung akan dibatasi," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh di Yogyakarta, Kamis.

Berdasarkan pendataan, jumlah kelompok musik calung di Malioboro tercatat sebanyak delapan kelompok. Saat libur Lebaran, kelompok musik tersebut hanya diperbolehkan tampil di empat lokasi, yaitu di depan Malioboro Mall, depan Hotel Mutiara Satu, depan Batik Terangbulan dan selatan Ramai Mall.

Selain pembatasan tempat untuk tampil, waktu tampil untuk kelompok musik calung juga diatur. Kelompok tersebut tidak diperbolehkan tampil apabila lalu lintas di Malioboro sangat padat.

"Bagaimana pengaturannya, kami serahkan ke kelompok itu sendiri. Kami berharap, meskipun lalu lintas di Maliobor padat, namun semuanya tetap tertib mengikuti aturan," katanya.

Untuk mendukung ketertiban di Kawasan Malioboro selama libur Lebaran, UPT Malioboro sudah menyiapkan tujuh CCTV yang terpasang dari sisi utara Jalan Malioboro hingga simpang Dagen serta akan memaksimalkan fungsi radio informasi di sepanjang Malioboro.

Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga melakukan Operasi Jogobaran dari H-7 hingga H+7 Lebaran yang didukung oleh sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Di sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, personel yang tergabung dalam Operasi Jogobaran akan melakukan penjagaan di setiap jalan ventilasi dengan kekuatan empat petugas per titik.

Titik penjagaan tersebut di antaranya terletak di Jalan Pasar Kembang, Jalan Sosromenduran, Jalan Dagen, Jalan Pajeksan, Jalan Beskalan, Jalan Perwakilan, Jalan Suryatmajan, Jalan Ketandan, Jalan Pabringan dan simpang Ngejaman.

Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, Operasi Jogobaran tersebut harus didukung oleh sistem yang baik sehingga tujuan menjadikan kawasan Malioboro tetap tertib, aman dan bersih selama libur Lebaran dapat tercapai.

"Malioboro akan menjadi tujuan wisata selama libur Lebaran. Lalu lintas pun akan sangat padat. Orang menyeberang sembarang tempat pun sudah bisa membuat lalu lintas tersendat. Karenanya, semua harus sesuai dengan aturan. Petugas dalam Operasi Jogobaran harus bisa menegakkan aturan itu," katanya.

(E013)