Banjir lahar Merapi tewaskan dua orang
Minggu, 19 Januari 2014 18:47 WIB
Anggota SAR mengecek truk yang rusak karena tertimbun material lahar hujan di Sungai Gendol, lereng Gunung Merapi, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (19/1). Peristiwa itu mengakibatkan satu truk, satu alat berat penambang pasir rusak dan dua or
Sleman (Antara Jogja) - Banjir lahar dingin Gunung Merapi di aliran Sungai Gendol, sebelah timur Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu sekitar pukul 14.00 WIB menghanyutkan satu alat berat dan satu unit truk pengangkut pasir.
"Dalam kejadian tersebut dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni sopir dan kernet truk yang terjebak banjir lahar dingin," kata koordinator relawan dari Saluran Komunikasi Sosial Bersama (SKSB) Cangkringan Sriyanto alias Tiwul.
Menurut dia, satu alat berat yang terjebak tersebut berupa eksavator atau bego serta satu unit truk nopol K-1979-EB yang sedang mengisi muatan pasir.
"Korban meninggal atas nama Hartono warga Panjang, Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, serta kernet truk yang identitasnya belum diketahui," katanya.
Ia mengatakan, kejadian tersebut sangat tiba-tiba karena hujan turun deras di puncak Gunung Merapi juga tiba-tiba.
"Sebenarnya ada kawan dari SKSB yang memantau di atas dan melihat ada aliran banjir lahar. Namun karena lokasi kejadian yang berada di Dam II Sungai Gendol tidak ada yang membawa alat komunikasi maka, informasi tersebut tidak dapat terpantau di lokasi kejadian di Kecamatan Cangkringan itu," katanya.
Saat ini kedua korban telah berhasil di evakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat DR Sarjito Yogyakarta.
(V001)
"Dalam kejadian tersebut dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni sopir dan kernet truk yang terjebak banjir lahar dingin," kata koordinator relawan dari Saluran Komunikasi Sosial Bersama (SKSB) Cangkringan Sriyanto alias Tiwul.
Menurut dia, satu alat berat yang terjebak tersebut berupa eksavator atau bego serta satu unit truk nopol K-1979-EB yang sedang mengisi muatan pasir.
"Korban meninggal atas nama Hartono warga Panjang, Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, serta kernet truk yang identitasnya belum diketahui," katanya.
Ia mengatakan, kejadian tersebut sangat tiba-tiba karena hujan turun deras di puncak Gunung Merapi juga tiba-tiba.
"Sebenarnya ada kawan dari SKSB yang memantau di atas dan melihat ada aliran banjir lahar. Namun karena lokasi kejadian yang berada di Dam II Sungai Gendol tidak ada yang membawa alat komunikasi maka, informasi tersebut tidak dapat terpantau di lokasi kejadian di Kecamatan Cangkringan itu," katanya.
Saat ini kedua korban telah berhasil di evakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat DR Sarjito Yogyakarta.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Heru Jarot Cahyono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Sleman mengimbau masyarakat waspadai potensi bencana cuaca ekstrem
17 December 2024 15:09 WIB, 2024
BPPTKG mengingatkan potensi lahar hujan dari timbunan material Merapi
10 December 2024 3:06 WIB, 2024
BPBD Sleman memastikan EWS banjir lahar Gunung Merapi berfungsi normal
27 November 2024 12:15 WIB, 2024
Pemodelan lahar Gunung Ibu, Maluku Utara, disusun ketahui jangkauan lahar
14 June 2024 17:00 WIB, 2024