BATAN: reaktor nuklir di Serpong layak
Sabtu, 13 September 2014 12:28 WIB
Kantor Badan Tenaga Atom Nasional (Foto Antara/doc/Shinta)
Bogor (Antara Jogja) - Kepala Badan Tenaga Nuklir Indonesia Djarot S Wisnubroto mengatakan Reaktor Nuklir Serba Guna GA Siwabessy di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, masih layak beroperasi.
"Umurnya masih separuh dari masa pakainya," ujar Djarot dalam acara seminar di Bogor, Sabtu.
Reaktor GA Siwabessy beroperasi pada 1987 di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Serpong. Berbeda dengan reaktor daya, reaktor tersebut hanya dimanfaatkan untuk riset.
Reaktor Serba Guna itu menghasilkan neutron cukup tinggi, sehingga sangat sesuai sebagai sarana iradiasi untuk produksi radio isotop, pengembangan elemen bakar dan komponen reaktor, penelitian dalam bidang sains materi dan berbagai litbang lain dalam bidang industri nuklir.
"Umurnya masih panjang. Lebih mudah jika dibandingkan reaktor nuklir yang ada di Eropa Timur," jelas dia.
Dia menjelaskan reaktor nuklir yang ada di Serpong itu lebih muda dibandingkan reaktor nuklir yang ada di Bandung dan Yogya. "Jadi masih bisa dimanfaatkan secara optimal," katanya.
Reaktor nuklir yang ada di Tanah Air baru sekedar reaktor nuklir. Berbeda dengan reaktor daya yang menghasilkan panas untuk menggerakkan turbin dan menjadi listrik. Reaktor riset menghasilkan neutron.
Neutron yang dihasilkan dari reaksi fisi uranium untuk selanjutnya diubah menjadi radioisotop.
Radioisotop tersebut digunakan dalam berbagai aspek kehidupan seperti pertanian, pangan, pengawetan, dan kesehatan.
Petugas layanan informasi reaktor nuklir GA Siwabessy, A Sihombing, mengatakan keberadaan reaktor itu menunjukkan kemampuan putra-putri Indonesia dalam mengendalikan nuklir.
"Jepang yang merasakan sakitnya nuklir. Tapi begitu bangkit, menggunakan nuklir pada pembangkit listriknya," kata Sihombing.
(I025)
"Umurnya masih separuh dari masa pakainya," ujar Djarot dalam acara seminar di Bogor, Sabtu.
Reaktor GA Siwabessy beroperasi pada 1987 di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Serpong. Berbeda dengan reaktor daya, reaktor tersebut hanya dimanfaatkan untuk riset.
Reaktor Serba Guna itu menghasilkan neutron cukup tinggi, sehingga sangat sesuai sebagai sarana iradiasi untuk produksi radio isotop, pengembangan elemen bakar dan komponen reaktor, penelitian dalam bidang sains materi dan berbagai litbang lain dalam bidang industri nuklir.
"Umurnya masih panjang. Lebih mudah jika dibandingkan reaktor nuklir yang ada di Eropa Timur," jelas dia.
Dia menjelaskan reaktor nuklir yang ada di Serpong itu lebih muda dibandingkan reaktor nuklir yang ada di Bandung dan Yogya. "Jadi masih bisa dimanfaatkan secara optimal," katanya.
Reaktor nuklir yang ada di Tanah Air baru sekedar reaktor nuklir. Berbeda dengan reaktor daya yang menghasilkan panas untuk menggerakkan turbin dan menjadi listrik. Reaktor riset menghasilkan neutron.
Neutron yang dihasilkan dari reaksi fisi uranium untuk selanjutnya diubah menjadi radioisotop.
Radioisotop tersebut digunakan dalam berbagai aspek kehidupan seperti pertanian, pangan, pengawetan, dan kesehatan.
Petugas layanan informasi reaktor nuklir GA Siwabessy, A Sihombing, mengatakan keberadaan reaktor itu menunjukkan kemampuan putra-putri Indonesia dalam mengendalikan nuklir.
"Jepang yang merasakan sakitnya nuklir. Tapi begitu bangkit, menggunakan nuklir pada pembangkit listriknya," kata Sihombing.
(I025)
Pewarta : Oleh Indriani
Editor : Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Paparan radioaktif kembali ditemukan di lokasi lain Kompleks Batan Indah
13 March 2020 19:12 WIB, 2020
BATAN tegaskan temuan zat radioaktif bukan dari kebocoran reaktor nuklir
18 February 2020 0:42 WIB, 2020
PTRR: pemanfaatan teknologi kesehatan berbasis nuklir masih tertinggal
06 September 2019 17:53 WIB, 2019
Batan memperkenalkan teknologi nuklir bidang kesehatan di Nexpo 2019
06 September 2019 15:39 WIB, 2019