Yogyakarta, (Antara Jogja) - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta berencana untuk menambah dua alat pemberi isyarat lampu lalu lintas yang menggunakan tenaga surya pada 2015 dengan anggaran sekitar Rp800 juta.
"Lampu lalu lintas yang menggunakan panel surya itu akan ditempatkan di simpang Kotagede dan di simpang Jalan Ibu Ruswo," kata Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto di Yogyakarta, Senin.
Di Kota Yogyakarta sudah ada 11 simpang yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas bertenaga surya.
Menurut Windarto, penggantian lampu lalu lintas yang sebelumnya memanfaatkan aliran listrik dengan lampu lalu lintas bertenaga surya diprioritaskan untuk simpang yang di bawahnya banyak dilalui infrastruktur atau kabel.
Lampu lalu lintas yang memanfaatkan tenaga surya tersebut, lanjut Windarto, lebih mudah perawatannya dan tidak perlu menggali tanah untuk memasang kabel guna mengalirkan listrik.
"Lampu lalu lintas itu sudah memiliki panel surya dan baterai yang bisa mengubah dan menyimpan listrik dari sinar matahari. Perawatannya pun mudah, tinggal mengganti baterai saja jika habis," katanya.
Sedangkan lampu lalu lintas konvensional masih sangat tergantung aliran listrik sehingga jika terjadi pemadaman, maka lampu tersebut otomatis tidak berfungsi.
Windarto mengatakan, akan melakukan penggantian lampu lalu lintas konvensional dengan lampu bertenaga surya. "Simpang berikutnya yang rencananya kami ganti adalah di Pojok Beteng Barat. Di lokasi itu, banyak tertanam kabel di bawah tiang lampu sehingga akan menyulitkan jika harus melakukan penggantian kabel," katanya.
Lampu lalu lintas konvensional perlu penggantian dan perawatan kabel secara berkala karena tanah di Kota Yogyakarta cenderung lebih cepat merusak kabel karena lembab. "Jika di sekitar kabel lampu lalu lintas itu sudah banyak kabel lainnya, maka kami akan sulit melakukan penggantian atau perawatan," katanya.
Selain mengganti lampu lalu lintas dengan lampu lalu lintas dari tenaga surya, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta juga menambah "area traffic control system" (ATCS) di tiga simpang yaitu di simpang Tungkak, Jalan Cendana dan di Jalan Gayam.
"Simpang-simpang itu membutuhkan ATCS karena fluktuasi lalu lintasnya cukup tinggi. Kadang lancar, tetapi terkadang juga sangat padat," katanya.
ATCS yang terpasang di lampu lalu lintas tersebut akan memungkinkan petugas mengatur lama waktu lampu lalu lintas tanpa harus datang ke lapangan, namun cukup dari ruang kontrol. Lama waktu lampu lalu lintas dapat disesuaikan dengan kondisi lalu lintas terkini.
Total dana yang dianggarkan untuk penambahan sistem di tiga simpang tersebut adalah Rp660 juta. Pemasangan ATCS dan lampu lalu lintas dengan panel surya ditargetkan dapat direalisasikan pada triwulan kedua. ***2***
(E013)
"Lampu lalu lintas yang menggunakan panel surya itu akan ditempatkan di simpang Kotagede dan di simpang Jalan Ibu Ruswo," kata Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto di Yogyakarta, Senin.
Di Kota Yogyakarta sudah ada 11 simpang yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas bertenaga surya.
Menurut Windarto, penggantian lampu lalu lintas yang sebelumnya memanfaatkan aliran listrik dengan lampu lalu lintas bertenaga surya diprioritaskan untuk simpang yang di bawahnya banyak dilalui infrastruktur atau kabel.
Lampu lalu lintas yang memanfaatkan tenaga surya tersebut, lanjut Windarto, lebih mudah perawatannya dan tidak perlu menggali tanah untuk memasang kabel guna mengalirkan listrik.
"Lampu lalu lintas itu sudah memiliki panel surya dan baterai yang bisa mengubah dan menyimpan listrik dari sinar matahari. Perawatannya pun mudah, tinggal mengganti baterai saja jika habis," katanya.
Sedangkan lampu lalu lintas konvensional masih sangat tergantung aliran listrik sehingga jika terjadi pemadaman, maka lampu tersebut otomatis tidak berfungsi.
Windarto mengatakan, akan melakukan penggantian lampu lalu lintas konvensional dengan lampu bertenaga surya. "Simpang berikutnya yang rencananya kami ganti adalah di Pojok Beteng Barat. Di lokasi itu, banyak tertanam kabel di bawah tiang lampu sehingga akan menyulitkan jika harus melakukan penggantian kabel," katanya.
Lampu lalu lintas konvensional perlu penggantian dan perawatan kabel secara berkala karena tanah di Kota Yogyakarta cenderung lebih cepat merusak kabel karena lembab. "Jika di sekitar kabel lampu lalu lintas itu sudah banyak kabel lainnya, maka kami akan sulit melakukan penggantian atau perawatan," katanya.
Selain mengganti lampu lalu lintas dengan lampu lalu lintas dari tenaga surya, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta juga menambah "area traffic control system" (ATCS) di tiga simpang yaitu di simpang Tungkak, Jalan Cendana dan di Jalan Gayam.
"Simpang-simpang itu membutuhkan ATCS karena fluktuasi lalu lintasnya cukup tinggi. Kadang lancar, tetapi terkadang juga sangat padat," katanya.
ATCS yang terpasang di lampu lalu lintas tersebut akan memungkinkan petugas mengatur lama waktu lampu lalu lintas tanpa harus datang ke lapangan, namun cukup dari ruang kontrol. Lama waktu lampu lalu lintas dapat disesuaikan dengan kondisi lalu lintas terkini.
Total dana yang dianggarkan untuk penambahan sistem di tiga simpang tersebut adalah Rp660 juta. Pemasangan ATCS dan lampu lalu lintas dengan panel surya ditargetkan dapat direalisasikan pada triwulan kedua. ***2***
(E013)