
Menkes mengupayakan regimen pengobatan TBC lebih singkat dan efektif

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya mengupayakan perbaikan regimen pengobatan tuberkulosis (TBC) agar semakin efektif dan efisien, sebagai langkah percepatan eliminasi TBC.
"Supaya yang dulunya 22 bulan sekarang jadi 6 bulan. Sekarang dokter Benny (Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus) sudah saya minta datang ke Eropa sekali. Untuk ketemu bagaimana TBC itu dari 6 bulan bisa dibikin 1 bulan minum obat dan 1 kali suntik," kata Budi di Jakarta, Senin.
Dia menyebutkan, tuberkulosis adalah penyakit yang sudah ada sejak ribuan tahun, dan ada obatnya. Namun, kasusnya tak kunjung selesai, karena orang malu jika ketahuan menderita TBC.
"Setiap tahunnya ada 1 jutaan yang terestimasi, yang meninggal 136 ribuan, jadi setiap saya ngomong 5 menit yang meninggal 2 di Indonesia karena penyakit tuberkulosis ini," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengejar skrining yang masif, agar semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin banyak juga yang diobati. "Skrining TBC dimasukkan ke dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG)," katanya.
"Sebenarnya target saya ke Ibu Ami (Inspektur Jenderal Kemenkes Murti Utami) tahun ini 900 ribu. Cuma memang deteksi itu masukin report-nya biasanya delay sampe 2 bulan, 3 bulan," katanya.
Dengan integrasi skrining TBC dalam CKG, pihaknya berharap akan ada ratusan juta orang yang diskrining TBC.
"Kemudian untuk daerah-daerah yang prevalensinya tinggi, kita mikirnya rumah-rumah tahanan. Kelompok-kelompok rentan HIV. Kita lagi mikir juga masuk ke pesantren-pesantren karena mereka kan tidurnya biasanya berkelompok. Itu kita mau aktif datengin," katanya.
Dia menyebutkan, pihaknya akan memanfaatkan x-ray dan tes polymerase chain reaction (PCR) dalam CKG tersebut guna mengetahui status TBC.
"Kemudian kita juga mau lihat kontak tetangganya atau serumahnya siapa. Itu mau kita kasih profilaksis atau obat pencegahan TBC," katanya.
Berdasarkan data Dashboard Layanan CKG per 1 Desember 2025 yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, sebanyak 20.691.206 orang telah diskrining TB, 362.814 memiliki tanda dan gejala TB, dan 24.263 positif TB baru.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkes upayakan regimen pengobatan TBC lebih singkat dan efektif
Pewarta : Mecca Yumna Ning Prisie
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
