Yogyakarta (ANTARA) - Pendiri sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Marsda TNI (Purn) Udin Kurniadi menyatakan harga tiket pesawat terbang sangat tergantung dengan harga bahan bakar sarana transportasi udara ini.

"Biasanya harga tiket pesawat itu tergantung dari bahan bakar, kalau bahan bakar mahal ya tiketnya akan mahal," katanya, di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, Senin.

Pendiri STTKD menanggapi pertanyaan wartawan tentang mahal tiket pesawat saat arus mudik Lebaran 2019, ditemui usai mengadakan halalbihalal bersama keluarga besar Kampus STTKD menegaskan, bukan hanya semata-mata menaikkan harga tiket begitu saja, mereka punya perhitungan untung rugi, tetapi saya kira dengan dinaikkan malah tambah rugi, saya lihat beberapa maskapai kosong pesawatnya," katanya pula.

Karena itu, Marsda (Purn) Udin Kurniadi berpendapat bahwa seharusnya ada subsidi terhadap perusahaan penerbangan oleh pemerintah, sehingga mereka bisa berkembang, bahkan perusahaan penerbangan bangsa sendiri itu bisa maju.

"Saran saya, dunia penerbangan itu dibantulah agar tetap hidup, bahan bakar itu toh kita punya ladang sendiri, dimurahkan, sehingga penerbangan kita akan bisa bersaing atau terus berkembang. Itu perlu ada perhatian khusus dari pemerintah," katanya lagi.

Sementara itu, kegiatan Halalbihalal bersama keluarga besar STTKD Yogyakarta dengan menghadirkan Ustadz Wijayanto  mengambil tema "Satukan Hati, Satukan Tekad Menuju STTKD yang Takwa dan Berkemajuan di Era Milenial".

"Kegiatan ini bertujuan silaturahmi antara warga keluarga besar STTKD, karena selama kerja kita banyak membuat hati masing-masing tersentuh atau ada rasa sakit hati, maka pada kesempatan ini ada ikrar bahwa mereka harus memaafkan, melepaskan rasa tidak senang, rasa sakit hati dan sebagainya," katanya.
Baca juga: Penurunan tarif batas atas tiket pesawat dinilai tidak berdampak

Pewarta : Hery Sidik
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024