Dinkes Gunung Kidul belum mengagendakan tes usap acak jenjang SD-SMP
Selasa, 30 November 2021 18:57 WIB
Sekolah-sekolah di Kulon Progo yang menyelenggaran pembelajaran tatap muka menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (ANTARA/Sutarmi)
Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mengagendakan tes usap acak terhadap siswa di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.
"Belum ada agenda. Secepatnya kami melakukan tes usap acak di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP)," kata Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Selasa.
Ia mengatakan sampai saat ini, pihaknya masih menunggu seluruh hasil tes usap pelajar SMA keluar semua. Saat ini, masih ada sekolah yang hasilnya belum keluar.
Ia mengatakan pada November ini, petugas kesehatan Gunung Kidul melakukan tes usap acak terhadap pelajar SMA dan tenaga pendidik sebanyak 1.218 orang, sebanyak 44 orang diantaranya terkonfirmasi positif COVID-19. Apapun rinciannya 39 orang merupakan warga Gunung Kidul, sisanya dari luar wilayah.
Ia juga mengatakan sudah memberikan rekomendasi pasca ditemukannya kasus penularan. Antara lain meminta sekolah yang ada kasus konfirmasi positif untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM)-nya sementara.
"Bagi yang belum atau tidak menjadi sampel, kami harap protokol kesehatannya lebih diperketat selama PTM," kata Dewi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul Ali Ridlo mengatakan sampai saat ini, pelajar SD dan SMP belum dilakukan tes usap acak. Namun demikian, ia memastikan ada kasus COVID-19 di jenjang sekolah tersebut.
"Meski PAUD, SD, dan SMP belum ada yang terkonfirmasi, tetap kami minta untuk lebih waspada," kata Ali.
"Belum ada agenda. Secepatnya kami melakukan tes usap acak di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP)," kata Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Selasa.
Ia mengatakan sampai saat ini, pihaknya masih menunggu seluruh hasil tes usap pelajar SMA keluar semua. Saat ini, masih ada sekolah yang hasilnya belum keluar.
Ia mengatakan pada November ini, petugas kesehatan Gunung Kidul melakukan tes usap acak terhadap pelajar SMA dan tenaga pendidik sebanyak 1.218 orang, sebanyak 44 orang diantaranya terkonfirmasi positif COVID-19. Apapun rinciannya 39 orang merupakan warga Gunung Kidul, sisanya dari luar wilayah.
Ia juga mengatakan sudah memberikan rekomendasi pasca ditemukannya kasus penularan. Antara lain meminta sekolah yang ada kasus konfirmasi positif untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM)-nya sementara.
"Bagi yang belum atau tidak menjadi sampel, kami harap protokol kesehatannya lebih diperketat selama PTM," kata Dewi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul Ali Ridlo mengatakan sampai saat ini, pelajar SD dan SMP belum dilakukan tes usap acak. Namun demikian, ia memastikan ada kasus COVID-19 di jenjang sekolah tersebut.
"Meski PAUD, SD, dan SMP belum ada yang terkonfirmasi, tetap kami minta untuk lebih waspada," kata Ali.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PBSI menggelar seleknas 2026 untuk mencari pebulu tangkis muda potensial U-19
29 January 2026 22:10 WIB
Terpopuler - Gunung Kidul
Lihat Juga
Diduga lakukan penyimpangan, Pemkab Gunungkidul mutasi petugas TPR Pantai Baron
10 April 2026 18:32 WIB
Pemkab Gunungkidul sebut dua skema bantuan perbaikan rumah tidak layak huni pada 2026
09 March 2026 17:23 WIB