Logo Header Antaranews Jogja

Jubir Rezaei: Kendali atas Iran telah berakhir

Minggu, 10 Mei 2026 22:00 WIB
Image Print
Orang-orang terlihat melakukan rutinitas harian mereka di jalan-jalan dan gang-gang di Teheran, Iran, saat pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran dimulai di Islamabad, pada 11 April 2026. ANTARA/Anadolu Agency/pri.

Istanbul (ANTARA) - Juru Bicara Parlemen Iran Ebrahim Rezaei mengatakan kendali atas Iran telah berakhir di tengah ketegangan yang terus meningkat dengan Amerika Serikat.

"Mulai hari ini (Minggu), penahanan diri kami telah berakhir. Setiap serangan terhadap kapal kami akan kami balas dengan respons yang keras dan tegas terhadap kapal serta pangkalan AS," kata Rezaei di platform X.

Juru bicara di Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional parlemen Iran itu memperingatkan bahwa waktu terus berjalan untuk melawan kepentingan Amerika.

"Jalan terbaik (bagi AS) adalah menyerah dan memberikan konsesi. Mereka harus menyesuaikan diri dengan tatanan regional yang baru," ujar Rezai.

Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari hingga memicu serangan balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk. Ketegangan itu juga mengakibatkan penutupan di Selat Hormuz.

Baca juga: IRGC ancam serang AS jika kapal Iran diserang

Baca juga: Inggris kerahkan kapal tempur ke Timteng, siap amankan Selat Hormuz

Gencatan senjata pun mulai berlaku sejak 8 April lewat mediasi Pakistan dan dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad, yang gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan, yang membuka jalan bagi diplomasi menuju solusi permanen atas konflik tersebut.

AS memberlakukan blokade laut sejak 13 April dengan menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jubir Rezaei: Kendali atas Iran telah berakhir



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026