Jakarta (ANTARA) - Kapten Rans Cilegon FC Hamka Hamzah mengungkapkan soal kemungkinan dirinya pensiun sebagai pemain sepak bola profesional setelah berhasil membawa timnya lolos ke Liga 1 musim depan.

Berbicara pada sesi konferensi pers virtual seusai timnya mengalahkan PSIM Yogyakarta pada semifinal Liga 2 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, Hamka mengatakan 80 persen dirinya akan pensiun pada musim depan.

Dirinya menjelaskan, keputusannya untuk pensiun diambil karena kondisi cedera lutut yang ia miliki karena ACLnya robek dan enggan mengambil risiko soal ini.

"Untuk kedepannya lagi saya, 80 persennya saya selesai. Jadi ada juga Dokter Sapto berbicara, bahwa sebenarnya saya tidak bisa bermain, lutut saya ACLnya robek lagi, masa saya harus operasi lima kali," jelas Hamka Hamzah.

Meski kemungkinan besar akan pensiun sebagai pemain pada musim depan, Hamka menjelaskan ia akan masih berkecimpung di dunia sepak bola dan memberikan ilmu kepada junior-juniornya.

"Mungkin ke depannya, saya tetap di dunia sepak bola, yang penting saya bisa menyalurkan bakat-bakat saya, pengalaman saya kepada adik-adik saya," ungkap Hamka Hamzah.

Pemain berusia 37 tahun itu mengatakan, keberhasilan membawa Rans Cilegon FC promosi ke Liga 1 adalah pembuktian darinya bahwa ia bisa mematahkan keraguan dari banyak orang soal ia dan timnya.

"Karena memang banyak yang meragukan karena saya sudah tua, saya sudah habis, saya Youtuber, ini tim konten, tapi Alhamdulillah semua itu terpatahkan dan tim ini bisa berprestasi," terang Hamka Hamzah.

Hamka Hamzah tercatat sebagai salah satu pemain senior yang sudah malang melintang di sepak bola nasional dan tercatat membela klub-klub besar Indonesia seperti PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta hingga akhirnya berlabuh ke Rans Cilegon FC.

Hamka Hamzah tercatat berhasil meraih gelar juara Divisi Utama bersama Persebaya pada tahun 2003, juara Indonesia Super League 2010/2011 bersama Persipura Jayapura dan Piala Presiden 2019 bersama Arema FC.
 

Pewarta : Aldi Sultan
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024