Bupati Sleman panen padi sehat
Jumat, 1 April 2022 19:22 WIB
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melakukan panen padi sehat dalam program Budidaya Tanaman Sehat (BTS) yang di kelola oleh Kelompok Tani Mekar di Dusun Ngalian, Kelurahan Widodomartani, Ngemplak. Foto ANTARA/HO-Humas Sleman
Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo melakukan panen padi sehat dalam program Budidaya Tanaman Sehat (BTS) yang di kelola oleh Kelompok Tani Mekar di Dusun Ngalian, Kelurahan Widodomartani, Ngemplak, Jumat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga sekaligus mengukuhkan Petani Milenial dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di tempat tersebut.
Bupati Sleman Kustini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memotivasi para petani untuk terus semangat berinovasi menggarap lahan pertaniannya.
"Seperti halnya program BTS ini juga merupakan inovasi pangan sehat yang harus terus didukung dan dikembangkan," katanya.
Ia mengatakan, diharapkan banyak petani yang ikut menanam padi sehat melalui BTS.
"Makanan sehat itu banyak digemari saat ini. Karena makanan itu investasi bagi kesehatan tubuh kita sendiri," katanya.
Kustini berharap para petani milenial tidak segan atau malu untuk belajar kepada petani yang lebih senior.
"Sebab para petani senior atau yang lebih tua memiliki banyak pengalaman yang bermanfaat bagi para petani milenial," katanya.
Menurut dia, petani milenial juga diharapkan terus berkolaborasi dengan berbagai instansi yang ada di Kabupaten Sleman.
"Tanpa kolaborasi kita tidak akan maksimal. Banyak inovasi-inovasi dan alat modern yang dimanfaatkan dengan berkolaborasi," katanya.
Ketua Kelompok Tani Mekar Sugiyono mengatakan program BTS tersebut merupakan program bantuan dari Kementerian Pertanian. Kelompok Tani Mekar mendapatkan bantuan berupa benih padi sehat sebanyak 6,25 kuintal.
"Bantuan tersebut ditanam di lahan seluas 25 hektare. Dari lahan tersebut, di tahun 2022 ini bisa menghasilkan panen sebanyak 7,2 ton per hektare," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga sekaligus mengukuhkan Petani Milenial dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di tempat tersebut.
Bupati Sleman Kustini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memotivasi para petani untuk terus semangat berinovasi menggarap lahan pertaniannya.
"Seperti halnya program BTS ini juga merupakan inovasi pangan sehat yang harus terus didukung dan dikembangkan," katanya.
Ia mengatakan, diharapkan banyak petani yang ikut menanam padi sehat melalui BTS.
"Makanan sehat itu banyak digemari saat ini. Karena makanan itu investasi bagi kesehatan tubuh kita sendiri," katanya.
Kustini berharap para petani milenial tidak segan atau malu untuk belajar kepada petani yang lebih senior.
"Sebab para petani senior atau yang lebih tua memiliki banyak pengalaman yang bermanfaat bagi para petani milenial," katanya.
Menurut dia, petani milenial juga diharapkan terus berkolaborasi dengan berbagai instansi yang ada di Kabupaten Sleman.
"Tanpa kolaborasi kita tidak akan maksimal. Banyak inovasi-inovasi dan alat modern yang dimanfaatkan dengan berkolaborasi," katanya.
Ketua Kelompok Tani Mekar Sugiyono mengatakan program BTS tersebut merupakan program bantuan dari Kementerian Pertanian. Kelompok Tani Mekar mendapatkan bantuan berupa benih padi sehat sebanyak 6,25 kuintal.
"Bantuan tersebut ditanam di lahan seluas 25 hektare. Dari lahan tersebut, di tahun 2022 ini bisa menghasilkan panen sebanyak 7,2 ton per hektare," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab gandeng BPJS Ketenagakerjaan lindungi mahasiswa magang Sleman Pintar
26 August 2026 19:43 WIB
Terpopuler - Sleman
Lihat Juga
Komunitas Jalan Nordik Sleman Peringati HUT ke-1 Perkuat Budaya Sehat dan Kreativitas
29 August 2026 18:50 WIB