Rob rendam 50 rumah dan 280 petak tambak warga
Kamis, 16 Juni 2022 15:37 WIB
Petak tambak warga terendam banjir pesisir atau rob di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (14/6/2022). (Antara/HO-BNPB)
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir pesisir atau rob yang terjadi sejak Selasa (14/6) mengakibatkan 50 unit rumah dan 280 petak tambak milik warga di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat terendam.
"Berdasarkan laporan visual di lapangan, terlihat tambak ikan bandeng milik warga terendam hingga pembatas antar-tambak rata dengan air. Warga melakukan peninggian batas tambak untuk membentuk kembali petak tambak yang sebelumnya terendam," ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Kamis.
Abdul mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan banjir tersebut melanda empat kecamatan, yakni Kecamatan Palibelo, Woha, Bolo, dan Kecamatan Langgudu. Sementara itu, dilaporkan tidak ada warga mengungsi akibat banjir tersebut.
BNPB mengimbau masyarakat di sepanjang pesisir pantai untuk selalu waspada dan siaga akan adanya potensi gelombang tinggi yang dapat menimbulkan bahaya lanjutan seperti banjir rob.
Berdasarkan pantauan BMKG dari data water level dan prediksi pasang surut. Banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di 20 wilayah pesisir di Indonesia mulai 11-23 Juni.
"Berdasarkan laporan visual di lapangan, terlihat tambak ikan bandeng milik warga terendam hingga pembatas antar-tambak rata dengan air. Warga melakukan peninggian batas tambak untuk membentuk kembali petak tambak yang sebelumnya terendam," ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Kamis.
Abdul mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan banjir tersebut melanda empat kecamatan, yakni Kecamatan Palibelo, Woha, Bolo, dan Kecamatan Langgudu. Sementara itu, dilaporkan tidak ada warga mengungsi akibat banjir tersebut.
BNPB mengimbau masyarakat di sepanjang pesisir pantai untuk selalu waspada dan siaga akan adanya potensi gelombang tinggi yang dapat menimbulkan bahaya lanjutan seperti banjir rob.
Berdasarkan pantauan BMKG dari data water level dan prediksi pasang surut. Banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di 20 wilayah pesisir di Indonesia mulai 11-23 Juni.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hujan petir banjir rob-gelombang laut 4 meter berpotensi terjadi pada Kamis
20 November 2025 7:24 WIB
Waspadai potensi hujan petir, gelombang tinggi hingga banjir rob pada Jumat
19 September 2025 7:26 WIB
Hujan petir, gelombang laut hingga banjir rob berpotensi terjadi pada Rabu
10 September 2025 9:35 WIB