Kulon Progo tekan inflasi dengan program "4K"
Selasa, 20 September 2022 20:09 WIB
Penjabat Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana. ANTARA/Sutarmi
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerapkan program "4K" sebagai upaya menekan inflasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak.
Penjabat Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana di Kulon Progo, DIY, Selasa, mengatakan program "4K" mencakup terwujudnya ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi bahan pokok termasuk energi, keterjangkauan daya beli masyarakat akan bahan pokok, dan komunikasi yang baik kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat.
"Penanggulangan inflasi yang dihadapi baik dalam skala nasional maupun regional akibat efek dari penyesuaian harga BBM," katanya.
Ia mengatakan saat ini, inflasi yang terjadi akibat pemerintah menaikkan harga BBM berdampak pada bahan makanan.
Untuk itu, ada dua strategi utama yang dilakukan negara dan pemerintah daerah, yakni menyiapkan bantalan sosial untuk mempertahankan daya beli masyarakat yang kurang beruntung.
Selain itu, Pemkab Kulon Progo berupaya mengurangi dampak agar kenaikan BBM ini tidak mendongkrak harga barang-barang, terutama ketersediaan pangan karena masyarakat kelompok bawah menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk membeli makan.
"Kalau orang kaya, sebagian besar pendapatannya untuk hiburan dan hura-hura. Sedangkan yang untuk makan, hanya 15 persennya," katanya.
Asisten Daerah (ASDA II) Bidang Perekonomian dan Pembangunan dan Sumber Daya Alam Bambang Tri Budi mengatakan PMK Nomor 134 Tahun 2022 mengamanatkan APBD kabupaten harus menyediakan dua persen dari dana transfer umum (DTU), baik dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH).
Beberapa hal sudah ditindaklanjuti terkait amanah dua persen APBD untuk Oktober, November dan Desember di Kulon Progo dialokasikan Rp3,4 miliar.
"Anggaran belanja wajib perlindungan sosial di Kulon Progo sebesar Rp3,4 miliar untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo dengan program padat karya 25 titik. Setiap titik Rp100 juta, sehingga anggaran yang disiapkan Rp2,5 miliar," kata Bambang.
Penjabat Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana di Kulon Progo, DIY, Selasa, mengatakan program "4K" mencakup terwujudnya ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi bahan pokok termasuk energi, keterjangkauan daya beli masyarakat akan bahan pokok, dan komunikasi yang baik kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat.
"Penanggulangan inflasi yang dihadapi baik dalam skala nasional maupun regional akibat efek dari penyesuaian harga BBM," katanya.
Ia mengatakan saat ini, inflasi yang terjadi akibat pemerintah menaikkan harga BBM berdampak pada bahan makanan.
Untuk itu, ada dua strategi utama yang dilakukan negara dan pemerintah daerah, yakni menyiapkan bantalan sosial untuk mempertahankan daya beli masyarakat yang kurang beruntung.
Selain itu, Pemkab Kulon Progo berupaya mengurangi dampak agar kenaikan BBM ini tidak mendongkrak harga barang-barang, terutama ketersediaan pangan karena masyarakat kelompok bawah menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk membeli makan.
"Kalau orang kaya, sebagian besar pendapatannya untuk hiburan dan hura-hura. Sedangkan yang untuk makan, hanya 15 persennya," katanya.
Asisten Daerah (ASDA II) Bidang Perekonomian dan Pembangunan dan Sumber Daya Alam Bambang Tri Budi mengatakan PMK Nomor 134 Tahun 2022 mengamanatkan APBD kabupaten harus menyediakan dua persen dari dana transfer umum (DTU), baik dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH).
Beberapa hal sudah ditindaklanjuti terkait amanah dua persen APBD untuk Oktober, November dan Desember di Kulon Progo dialokasikan Rp3,4 miliar.
"Anggaran belanja wajib perlindungan sosial di Kulon Progo sebesar Rp3,4 miliar untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo dengan program padat karya 25 titik. Setiap titik Rp100 juta, sehingga anggaran yang disiapkan Rp2,5 miliar," kata Bambang.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kulon Progo kerja sama strategis dengan UGM memperkuat pembangunan
25 September 2026 22:03 WIB
Pemkab Kulon Progo menggelar Manunggal Fair 2026 promosikan produk lokal
21 September 2026 20:25 WIB
Terpopuler - Kulon Progo
Lihat Juga
Pemkab Kulon Progo kerja sama strategis dengan UGM memperkuat pembangunan
25 September 2026 22:03 WIB
Pemkab Kulon Progo menggelar Manunggal Fair 2026 promosikan produk lokal
21 September 2026 20:25 WIB