Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi menghadirkan layanan penerbitan paspor bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang melanggar batas waktu izin tinggal atau "overstay".

"Pelayanan paspor yang dihadirkan Imigrasi di KJRI Jeddah untuk membantu WNI di sini yang akan pulang ke Indonesia," kata Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Achmad Nur Saleh melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Selain itu, layanan tersebut juga ditujukan bagi WNI yang sudah menyelesaikan "overstay" mereka serta ingin mengajukan izin tinggal baru untuk lanjut bekerja di negara itu.

"Jadi, bukan untuk membuat suatu hal yang ilegal (overstay) menjadi legal atau menjadikan subjeknya legal," kata dia.

Pelayanan paspor bagi WNI overstay di Jeddah diselenggarakan selama dua bulan yaitu sejak 10 Oktober hingga 10 Desember 2022.

Berdasarkan data yang dihimpun per 18 Oktober 2022 terdapat janji temu dengan petugas yang jumlahnya mencapai 15.400 orang. Dengan kata lain, kuota sudah penuh hingga 10 Desember 2022.

Untuk menyukseskan program tersebut, Ditjen Imigrasi mengirimkan tim perbantuan teknis ke KJRI Jeddah yang terdiri atas 72 orang dimana mereka bertugas selama dua bulan secara bergiliran.

Lebih rinci, dokumen persyaratan yang harus dipenuhi pemohon paspor di KJRI Jeddah di antaranya ialah paspor lama/foto kopi paspor lama atau iqamah/foto kopi iqamah.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Imigrasi-KJRI Jeddah terbitkan paspor WNI "overstay" di Arab Saudi

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024