New York (ANTARA) - Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didorong meredanya kekhawatiran atas resesi ekonomi, tetapi jatuh untuk minggu ketiga berturut-turut setelah penurunan tajam awal pekan ini menjelang kenaikan suku bunga acuan dan kekhawatiran krisis perbankan AS akan memperlambat ekonomi dan menekan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 2,78 dolar AS atau 4,05 persen, menjadi menetap di 71,34 dolar per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik 2,80 dolar atau 3,86 persen, menjadi ditutup di 75,30 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Kontrak acuan Brent menyelesaikan minggu ini dengan penurunan sekitar 5,3 persen, sementara WTI anjlok 7,1 persen, bahkan setelah rebound pada Jumat (5/5/2023). Kedua harga acuan tersebut turun selama tiga minggu berturut-turut untuk pertama kalinya sejak November.

"Minyak mentah sedang mencoba membalikkan penurunan harga baru-baru ini yang dipicu oleh suku bunga yang lebih tinggi dan kekhawatiran resesi sebagian besar di sektor perbankan," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga minyak melonjak didorong meredanya kekhawatiran resesi

Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024