Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyebutkan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang digunakan membantu budi daya mentimun di Kelompok Tani Sari Manggala, Soka Binangun, Merdikorejo, Tempel, mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

"Melalui budi daya mentimun masyarakat dapat berdaya melalui bertani dan tentunya dapat menyejahterakan masyarakat, khususnya di Soka Binangun, Merdikorejo," kata Kustini saat Panen Raya Mentimun Baby Kelompok Tani Sari Manggala, Rabu.

Menurut dia, peranan sektor pertanian tidak hanya andil terhadap ketahanan pangan, namun memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian, terutama terkait dengan pendapatan petani maupun penyerapan tenaga kerja.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno mengatakan bahwa ini merupakan tahun ketiga Soka Binangun, Merdikorejo mendapatkan bantuan Danais DIY.

"Pada tahun ini alokasinya Rp77 juta untuk pemanfaatan tanah kas desa sebagai lahan pertanian untuk memberdayakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan," katanya.

Hal ini, katanya, bertujuan agar jangan sampai petani "nglokro" (tidak ada semangat) dan tidak berpenghasilan.

"Semoga pemanfaatan tanah kas desa yang dibantu danais dapat menjadi tanah yang bermanfaat subur dan menghasilkan banyak manfaat," katanya.

Krido mengatakan melalui program BKK diharapkan kemandirian masyarakat dapat terbangun dan mengatasi pengangguran sehingga mengurangi kemiskinan.

Lurah Merdikorejo Agus Prasetyo mengatakan bahwa di Kelompok Tani Sari Manggala ini ditanami 6.000 pohon mentimun dan setiap hari menghasilkan dua kuintal mentimun dengan masa panen sekitar satu bulan.

"Harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani sebagai alternatif pertanian hortikultura selain komoditi salak," katanya.


Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024