Yogyakarta (ANTARA) - Kendaraan listrik Gadjahmada Airport Transporter Electric atau yang dikenal dengan "GATe" buatan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) telah resmi masuk ke dalam katalog elektronik (e-katalog) nasional.

Peresmian produk GATe pada e-katalog nasional bersamaan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Fakultas Teknik UGM, Sleman, Kamis.

"GATe ini adalah produk inovasi yang ramah lingkungan yang menjadi bukti UGM berkomitmen melakukan penelitian yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Rektor UGM Prof Ova Emilia.

Ova berharap masuknya GATe dalam katalog elektronik nasional dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi kebanggaan bangsa.

Pengembangan GATe, menurut dia, merupakan wujud komitmen UGM dalam menjalankan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang telah menjadi amanah bagi institusi pendidikan.

"Kami akan terus mendukung pengembangan kendaraan ini," kata dia.

GATe merupakan kendaraan listrik yang dirancang khusus untuk dipergunakan mengangkut penumpang di area bandara. Kendaraan itu dikembangkan dengan sumber energi listrik yang disimpan dalam baterai bertipe litium.

Ketua pengembang GATe Arif Wibisono menjelaskan kendaraan listrik GATe dikembangkan sejak 2019 melalui skema Pendanaan Riset Inovasi Produktif (RISPRO) LPDP.

Arif mengatakan GATe dibuat menggunakan motor listrik sebagai tenaga penggeraknya dengan kapasitas angkut untuk enam penumpang berkecepatan maksimal 25 km per jam.

"Kendaraan ini berbasis listrik dengan energi yang tersimpan pada baterai, dengan motor penggerak sebesar 4 KW. Kemampuan jelajah GATe sekitar 50 km dan bisa diperpanjang dengan spesifikasi baterai yang lebih tinggi," kata dia.

Pada 2020 produk itu telah digunakan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, sebanyak tiga unit dan Bandara Yogyakarta International Airport sebanyak satu unit, serta telah diujicobakan di kawasan kampus UGM dan taman wisata Candi Borobudur.

GATe saat ini dikembangkan dengan tiga varian yakni kendaraan dengan atap yang bisa mengangkut enam penumpang, berikutnya kendaraan tanpa atap dengan kapasitas empat penumpang, dan kendaraan dengan atap berkapasitas empat penumpang.

Hadirnya kendaraan listrik GATe, menurut Arif, disambut baik oleh pasar yang terbukti dengan masuknya sejumlah permintaan dari industri yang berada di Sulawesi, Solo, dan Jakarta.

Satu unit GATe dengan kapasitas enam penumpang dipasarkan seharga Rp200 juta, sedangkan GATe dengan kapasitas empat penumpang dipasarkan Rp180 juta.

"Targetnya dalam setahun bisa memproduksi 100 unit GATe. Sementara saat ini sudah ada tujuh unit produk yang selesai dibuat," kata dia.
 

Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2024