Dinkes Yogyakarta imbau masyarakat gunakan masker mencegah cacar monyet
Rabu, 1 November 2023 16:51 WIB
Ilustrasi - Penderita cacar monyet atau monkeypox. ANTARA/HO-Sutterstock/aa
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat di wilayah ini kembali menggunakan masker sebagai salah satu upaya mencegah penularan cacar monyet atau "monkeypox" yang kasusnya sudah ditemukan di Indonesia.
"Untuk pencegahannya sebetulnya yang utama penggunaan masker masih relevan karena tidak hanya untuk (mencegah) COVID-19 tapi untuk seluruh penyakit menular," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani saat jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Rabu.
Selain menggunakan masker saat beraktivitas, Emma mengatakan budaya 3M termasuk menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan yang biasa diterapkan kala pandemi COVID-19 perlu digalakkan kembali.
Baca juga: Dua pasien cacar monyet di Tangerang Selatan diisolasi
"Makan daging juga harus benar-benar matang dan yang utama juga PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat)," kata dia.
Emma memastikan belum ada laporan masuknya kasus penyakit cacar monyet di wilayah Kota Yogyakarta.
Berdasarkan data Kemenkes RI, kasus cacar monyet di Indonesia hingga kini baru ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
"Semoga saja memang tidak sampai ke Yogyakarta," kata dia.
Untuk mencegah penyakit itu masuk ke Kota Yogyakarta, dinkes setempat kini mulai meningkatkan surveilans kasus cacar monyet di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit.
Baca juga: Satu kasus cacar monyet ditemukan di Bandung
Menurut Emma, surveilans berbasis masyarakat diperkuat melalui surveilans kelurahan yang bakal berlangsung di 45 kelurahan di Kota Yogyakarta.
"Petugas surveilans akan melakukan pengamatan terus menerus secara aktif, mengumpulkan informasi dan rumor berita cacar monyet di masyarakat untuk dilaporkan secara rutin," ujar dia.
Dia menjelaskan cacar monyet merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox dan termasuk dalam kelompok "zoonosis" atau bisa ditularkan dari hewan ke manusia.
"Namun saat ini sudah berkembang menjadi antarmanusia. Ini yang sudah banyak terjadi sekarang," ujar dia.
Penularan cacar monyet, kata Emma, bisa menimpa siapa pun melalui sentuhan dengan orang atau hewan yang terinfeksi virus monkeypox.
"Penularan penyakit ini bisa dengan berbicara 'face to face' atau pelukan, kemudian ciuman, dan berhubungan seks," kata dia.
Berhubungan seks dengan banyak pasangan, kata Emma, juga berpeluang menjadi sarana penularan penyakit itu.
"Sehingga hindari berhubungan seks dengan banyak pasangan, kemudian jangan berhubungan seks dengan pasangan yang menunjukkan gejala ruam di kulit," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Yogyakarta imbau masyarakat gunakan masker cegah cacar monyet
"Untuk pencegahannya sebetulnya yang utama penggunaan masker masih relevan karena tidak hanya untuk (mencegah) COVID-19 tapi untuk seluruh penyakit menular," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani saat jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Rabu.
Selain menggunakan masker saat beraktivitas, Emma mengatakan budaya 3M termasuk menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan yang biasa diterapkan kala pandemi COVID-19 perlu digalakkan kembali.
Baca juga: Dua pasien cacar monyet di Tangerang Selatan diisolasi
"Makan daging juga harus benar-benar matang dan yang utama juga PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat)," kata dia.
Emma memastikan belum ada laporan masuknya kasus penyakit cacar monyet di wilayah Kota Yogyakarta.
Berdasarkan data Kemenkes RI, kasus cacar monyet di Indonesia hingga kini baru ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
"Semoga saja memang tidak sampai ke Yogyakarta," kata dia.
Untuk mencegah penyakit itu masuk ke Kota Yogyakarta, dinkes setempat kini mulai meningkatkan surveilans kasus cacar monyet di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit.
Baca juga: Satu kasus cacar monyet ditemukan di Bandung
Menurut Emma, surveilans berbasis masyarakat diperkuat melalui surveilans kelurahan yang bakal berlangsung di 45 kelurahan di Kota Yogyakarta.
"Petugas surveilans akan melakukan pengamatan terus menerus secara aktif, mengumpulkan informasi dan rumor berita cacar monyet di masyarakat untuk dilaporkan secara rutin," ujar dia.
Dia menjelaskan cacar monyet merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox dan termasuk dalam kelompok "zoonosis" atau bisa ditularkan dari hewan ke manusia.
"Namun saat ini sudah berkembang menjadi antarmanusia. Ini yang sudah banyak terjadi sekarang," ujar dia.
Penularan cacar monyet, kata Emma, bisa menimpa siapa pun melalui sentuhan dengan orang atau hewan yang terinfeksi virus monkeypox.
"Penularan penyakit ini bisa dengan berbicara 'face to face' atau pelukan, kemudian ciuman, dan berhubungan seks," kata dia.
Berhubungan seks dengan banyak pasangan, kata Emma, juga berpeluang menjadi sarana penularan penyakit itu.
"Sehingga hindari berhubungan seks dengan banyak pasangan, kemudian jangan berhubungan seks dengan pasangan yang menunjukkan gejala ruam di kulit," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Yogyakarta imbau masyarakat gunakan masker cegah cacar monyet
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPKP: Puluhan hektare lahan pertanian DIY rusak diserang monyet ekor panjang
29 September 2025 15:46 WIB
Menkes sebut kekebalan terhadap Mpox bisa terbentuk dari vaksin cacar
11 September 2024 19:31 WIB, 2024
Dinkes DIY mewaspadai cacar monyet pascaditemukan dua dugaan kasus
02 September 2024 22:06 WIB, 2024
Dinkes Kota Yogyakarta perkuat kesiapan nakes menghadapi cacar monyet
29 August 2024 18:20 WIB, 2024