Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengupayakan memberikan bantuan stimulan jamban sehat atau jambanisasi, maupun perbaikan rumah tidak layak huni setiap tahun bagi masyarakat kurang mampu daerah ini.

"Ini bantuan setiap tahun selalu ada, baik jambanisasi maupun pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), yang rumah tidak layak huni itu sebesar Rp20 juta, yang jamban sehat Rp5 juta sifatnya stimulan," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai acara penyerahan stimulan jamban sehat bagi warga Dlingo secara simbolis di Bantul, Rabu.

Menurut dia, program jambanisasi pada tahun ini diberikan untuk 80 keluarga tersebar di beberapa kecamatan, sementara untuk perbaikan RTLH pada 2023 diberikan kepada sebanyak 150 keluarga.

Dia berharap dengan bantuan tersebut, maka harapannya fasilitas mandi cuci kakus (MCK) dan sanitasi untuk masyarakat yang selama ini belum memenuhi, semakin bagus dan semakin sehat, kemudian tempat tinggal penduduk semakin layak ditempati.
 

"Itu karena kita ingin mencapai slogan apa yang kita sebut 100-0-100, yaitu 100 persen akses sanitasi layak, nol persen kampung kumuh, 100 persen akses kepada air bersih yang layak, air bersih itu bisa PDAM, Pamsimas, SPAM desa dan lain lain," katanya.

Dia mengatakan berdasarkan kajian Dinas Kesehatan (Dinkes) masalah sanitasi juga punya sumbangsih terhadap kualitas kesehatan, sehingga jika sanitasi lingkungan rumah baik, maka derajat kesehatan masyarakat semakin baik.

"Memang warga yang masih belum ada akses jamban sehat masih banyak, datanya dinamis, karena ada keluarga baru menikah rumahnya yang seadanya, sanitasi juga seadanya sehingga data ini dinamis, bergerak terus seiring dengan banyaknya jumlah rumah tangga baru," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah kabupaten setiap tahun selalu menganggarkan bantuan stimulan jamban maupun perbaikan RTLH, untuk mencapai capaian sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.
 

Sementara itu, Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widyantara mengatakan, program jambanisasi ini sebagai upaya mendukung sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang di wilayah Bantul hingga saat ini sudah ada 68 dari total 75 kelurahan yang mendeklarasikan diri sebagai kelurahan STBM.

 

"Pencapaian ini akan terus kita lanjutkan, sehingga diharapkan 75 kelurahan di Bantul semua bisa deklarasi STBM, dan salah satu keberlanjutan STBM ini adalah peningkatan kepemilikan jamban sehat, sehingga harapannya setiap rumah tangga memiliki jamban yang sehat," katanya.


Pewarta : Hery Sidik
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024