Pemerintah diminta berantas mafia industri ternak di IndonesIa
Jumat, 9 Februari 2024 9:07 WIB
Komunitas Peternak Ayam – Telur Tradisional dan Supplier di Blitar serta Kediri membagiakn telur ayam untuk masyarakat. ANTARA/ HO-panitia
Kediri (ANTARA) - Komunitas Peternak Blitar dan Kediri mendesak pemerintah memberantas praktik mafia industri ternak sebab sangat merugikan bagi perkembangan usaha mereka.
Ketua Komunitas Peternak Ayam-Telur Tradisional dan Supplier di Blitar serta Kediri, Edi Sukirman menjelaskan bahwa saat ini usaha industri ternak ayam dan telur sedang tidak baik.
"Para peternak tradisional terpuruk oleh praktik oligopoli di mana industri dikuasai oleh beberapa perusahaan besar saja. Mereka menguasai bisnis dari hulu sampai hilir sehingga bisa menentukan harga ayam dan telur secara sepihak," kata Edi Sukirman dalam keterangannya, Jumat.
Ia menambahkan, perusahaan besar tersebut juga memonopoli cold storage (gudang pendingin) serta rumah pemotongan hewan (RPH).
Edi mencontohkan, ketika peternak hendak melepas ayamnya karena masuk masa panen, perusahaan besar mengatakan RPH dan cold storage sedang penuh sehingga peternak tidak punya pilihan selain menjual telur dan ayam mereka dengan harga murah.
Jika dipertahankan, kata dia, peternak tradisional tidak akan mampu membiayai harga pakan dalam waktu lama. Di sisi lain, jika tidak segera dijual maka ayam menjadi semakin gemuk Dan susah dijual.
Pihaknya menyesalkan jika pelaku monopoli hanya mendapat hukuman ringan. Padahal tindakannya tidak sebanding dengan keuntungan mereka yang mencapai triliunan rupiah per tahun.
Sementara itu, Dewan Pembina Komunitas Peternak Ayam-Telur Tradisional Blitar – Kediri, Danny Wibisono berharap pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka mampu memberantas praktik oligopoli di sektor industri ayam dan telur.
Ia juga meminta perusahaan-perusahaan cangkang pelaku kartel tersebut bertransaksi seluruhnya di Indonesia, untuk menaikkan pajak negara.
"Kami juga mendorong pemerintah menyediakan cold storage kepada peternak tradisional di daerah penghasil,” kata Danny.
Ia mengatakan bahwa pihaknya mendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komunitas Peternak minta pemerintah berantas mafia industri ternak
Ketua Komunitas Peternak Ayam-Telur Tradisional dan Supplier di Blitar serta Kediri, Edi Sukirman menjelaskan bahwa saat ini usaha industri ternak ayam dan telur sedang tidak baik.
"Para peternak tradisional terpuruk oleh praktik oligopoli di mana industri dikuasai oleh beberapa perusahaan besar saja. Mereka menguasai bisnis dari hulu sampai hilir sehingga bisa menentukan harga ayam dan telur secara sepihak," kata Edi Sukirman dalam keterangannya, Jumat.
Ia menambahkan, perusahaan besar tersebut juga memonopoli cold storage (gudang pendingin) serta rumah pemotongan hewan (RPH).
Edi mencontohkan, ketika peternak hendak melepas ayamnya karena masuk masa panen, perusahaan besar mengatakan RPH dan cold storage sedang penuh sehingga peternak tidak punya pilihan selain menjual telur dan ayam mereka dengan harga murah.
Jika dipertahankan, kata dia, peternak tradisional tidak akan mampu membiayai harga pakan dalam waktu lama. Di sisi lain, jika tidak segera dijual maka ayam menjadi semakin gemuk Dan susah dijual.
Pihaknya menyesalkan jika pelaku monopoli hanya mendapat hukuman ringan. Padahal tindakannya tidak sebanding dengan keuntungan mereka yang mencapai triliunan rupiah per tahun.
Sementara itu, Dewan Pembina Komunitas Peternak Ayam-Telur Tradisional Blitar – Kediri, Danny Wibisono berharap pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka mampu memberantas praktik oligopoli di sektor industri ayam dan telur.
Ia juga meminta perusahaan-perusahaan cangkang pelaku kartel tersebut bertransaksi seluruhnya di Indonesia, untuk menaikkan pajak negara.
"Kami juga mendorong pemerintah menyediakan cold storage kepada peternak tradisional di daerah penghasil,” kata Danny.
Ia mengatakan bahwa pihaknya mendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komunitas Peternak minta pemerintah berantas mafia industri ternak
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamentan: 778.922 ternak sapi, unggas dan babi terdampak bencana banjir Sumatera
03 January 2026 17:50 WIB
Wamendes PDT menyerahkan bantuan kandang ternak Lumbung Mataram di Bantul
20 November 2025 18:05 WIB
Reforma Agraria buka akses warga Desa Nunuk Baru untuk jalankan usaha ternak domba
13 November 2025 20:48 WIB
Indonesia perlu perbanyak kapal ternak tingkatkan distribusi sapi antarpulau
25 October 2025 16:58 WIB