Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2024 telah melakukan peningkatan sejumlah sarana dan prasarana penunjang ekonomi untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat daerah ini.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Sabtu mengatakan, sudah ada tiga proyek infrastruktur yang selesai dibangun dan diresmikan pemanfaatannya pada akhir Juni 2024, yaitu gedung pengujian kendaraan bermotor, daerah irigasi Karangploso, dan ruas jalan Wonolelo-Piyunyan.
"Sejumlah proyek yang selesai dibangun itu hanya sebagai penanda bahwa pada 2024 itu kita memiliki banyak proyek infrastruktur untuk meningkatkan sarana dan prasarana ekonomi," katanya.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan di Kabupaten Bantul, karena merupakan salah satu amanah dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Panjang (RPJMD) Bantul Tahun 2021-2026, untuk peningkatan indeks kualitas infrastruktur.
"Proyek tersebut tidak hanya sebagai suatu keberhasilan, tetapi sebagai tonggak sejarah bagi kita semua. Itu adalah bukti bahwa dengan kesatuan visi kerja keras dan tekad yang kuat tidak ada yang tidak mungkin untuk kita capai," kata Bupati.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Bantul, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sampai 2023 telah meningkatkan kondisi jalan mantap menjadi 782,98 kilometer dari total panjang jalan kabupaten 1.210,72 kilometer.
Dengan demikian, sekitar 64,67 persen jalan dengan kewenangan tingkat kabupaten yang ada di wilayah Bantul dalam kondisi mantap.
Bupati Bantul mengatakan, Pemkab Bantul juga terus berupaya melakukan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada tahun tahun selanjutnya, guna meningkatkan kondisi jalan maupun memperbaiki jalan rusak.
Bantul meningkatkan sejumlah sarana dan prasarana penunjang ekonomi
Proyek pekerjaan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (ANTARA/Hery Sidik)