Polisi selidiki penyebab kecelakaan bus di Pati tewaskan enam orang
Senin, 23 September 2024 15:41 WIB
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Sonny Irawan meninjau lokasi kecelakaan di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (23/9/2024). Kecelakaan yang melibatkan bus dan dua truk tronton akibatkan enam orang meninggal dunia. (ANTARA/HO-Polisi.)
Pati (ANTARA) - Kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan antara Bus Surya Bali dengan dua truk tronton di Jalan Pantura Pati, Jawa Tengah, di Kecamatan Batangan mengakibatkan enam orang meninggal dunia.
"Saat ini peristiwa kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan, sedangkan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga sudah dilakukan guna memastikan penyebab kecelakaan," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Sonny Irawan saat meninjau lokasi kecelakaan di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Senin.
Menurut dia, lebar jalan dan penerangan sangat baik, sedangkan penyebab sementara dimungkinkan karena sopir bus mengantuk.
Untuk memastikan penyebab sopir mengantuk, kata dia, jajarannya tengah melakukan penyelidikan, apakah mengantuk karena tidak ada istirahat atau jam kerjanya.
Adapun kronologis kejadian kecelakaan tersebut, berawal ketika Bus Surya Bali yang mengangkut 30 penumpang melaju dari arah timur atau Bali menuju ke Jepara kemudian dari arah barat atau arah berlawanan ada dua truk tronton yang beriringan.
Ketika di tempat kejadian, bus berjalan oleng ke kanan sehingga menabrak bagian belakang sisi kanan truk pertama, kemudian bus tetap melaju dan menghantam kembali truk tronton kedua.
Atas kejadian tersebut, jumlah korban meninggal hingga Senin (23/9) siang ada enam orang. Di antaranya, sopir bus dan kernet, tiga penumpang, serta sopir truk tronton kedua juga meninggal dunia.
Dari enam korban meninggal terdapat tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan tiga korban lainnya setelah menjalani perawatan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi selidiki penyebab kecelakaan bus di Pati akibatkan enam tewas
"Saat ini peristiwa kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan, sedangkan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga sudah dilakukan guna memastikan penyebab kecelakaan," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Sonny Irawan saat meninjau lokasi kecelakaan di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Senin.
Menurut dia, lebar jalan dan penerangan sangat baik, sedangkan penyebab sementara dimungkinkan karena sopir bus mengantuk.
Untuk memastikan penyebab sopir mengantuk, kata dia, jajarannya tengah melakukan penyelidikan, apakah mengantuk karena tidak ada istirahat atau jam kerjanya.
Adapun kronologis kejadian kecelakaan tersebut, berawal ketika Bus Surya Bali yang mengangkut 30 penumpang melaju dari arah timur atau Bali menuju ke Jepara kemudian dari arah barat atau arah berlawanan ada dua truk tronton yang beriringan.
Ketika di tempat kejadian, bus berjalan oleng ke kanan sehingga menabrak bagian belakang sisi kanan truk pertama, kemudian bus tetap melaju dan menghantam kembali truk tronton kedua.
Atas kejadian tersebut, jumlah korban meninggal hingga Senin (23/9) siang ada enam orang. Di antaranya, sopir bus dan kernet, tiga penumpang, serta sopir truk tronton kedua juga meninggal dunia.
Dari enam korban meninggal terdapat tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan tiga korban lainnya setelah menjalani perawatan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi selidiki penyebab kecelakaan bus di Pati akibatkan enam tewas
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo harap Pemprov hingga TNI beli kendaraan listrik dalam negeri
09 April 2026 17:48 WIB
Perjalanan KA Blambangan Ekspres terganggu karena tertemper truk di Probolinggo
06 March 2026 9:19 WIB
Kakorlantas memberikan penghargaan kepada sopir truk atas aksi heroik di Tol Japek
26 January 2026 17:02 WIB
Dompet Dhuafa Yogyakarta kirim bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana Sumatera dan Aceh
03 January 2026 6:36 WIB
Mentan: 207 truk logistik dikirim ke Sumatera bantu masyarakat terdampak banjir
04 December 2025 9:51 WIB