Yogyakarta (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Beny Suharsono meminta para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan mampu memperkuat birokrasi yang inklusif dan berorientasi pada keadilan sosial.
"Inklusivitas adalah budaya kerja yang saling menguatkan, bukan saling mengalahkan," ujar Beny saat acara Penyerahan SK CPNS Formasi Tahun 2024 di Kepatihan, Yogyakarta, Rabu, (30/4).
Sebanyak 318 CPNS resmi bergabung dalam keluarga besar ASN Pemda DIY dari hasil seleksi tahun 2024. Dari jumlah tersebut, 239 merupakan perempuan dan 79 laki-laki.
Beny menegaskan angka tersebut bukan berasal dari kebijakan afirmatif atau kuota tertentu, melainkan murni hasil seleksi berbasis kompetensi masing-masing individu.
Dia menilai komposisi tersebut mencerminkan ekosistem birokrasi yang semakin terbuka dan memberi kesempatan yang setara bagi siapa pun untuk berkontribusi.
Baca juga: Gubernur DIY: Kebutuhan layanan kesehatan jiwa terpadu menjadi prioritas
Menurutnya, keberagaman dalam birokrasi akan mendorong lahirnya inovasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Birokrasi bukan sekadar tempat bekerja, tetapi tempat untuk belajar, melayani, dan membuat perubahan," ucapnya.
Beny menuturkan bahwa ASN tidak hanya dituntut patuh pada aturan administratif, tapi juga harus mampu menghadirkan pelayanan yang manusiawi dan berkeadilan.
Beny menyampaikan pesan utama kepada para CPNS baru yakni agar mereka menjadi bagian dari birokrasi yang terus belajar dan tumbuh, dengan etos belajar dan kerendahan hati untuk mendengar.
Baca juga: Sleman memperkuat sinergi turunkan stunting meski telah di bawah nasional
Berikutnya, orientasi kerja ASN harus mengutamakan pelayanan publik, bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur.
Terakhir, ia meminta solidaritas dalam keberagaman perlu terus dibangun dengan menjadikan perbedaan latar belakang dan perspektif sebagai kekuatan bersama.
Beny menyebut tingginya proporsi perempuan dalam formasi CPNS sebagai potensi untuk memperkuat sensitivitas birokrasi terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam.
"Kami percaya, bila ekosistemnya sehat dan suportif, maka ASN baik perempuan maupun laki-laki akan sama-sama mampu melahirkan kinerja terbaik," ujar dia.
Baca juga: Pemda DIY membidik sekolah kekurangan siswa untuk Program Sekolah Rakyat