Yogyakarta (ANTARA) - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pengukuhan Pengurus Wilayah (PW)-IKA PMII DIY periode 2025-2030 dengan tema "Mengistimewakan Yogyakarta, Membangun Indonesia".

Acara itu dihadiri langsung oleh Majelis Pertimbangan PB IKA-PMII H. Sultonul Huda, Wakil Ketua PB IKA-PMII Drs. H. Zaini Rachman. M.H. dan Sekjen PB IKA-PMII H. Muhammad Nurpurnamasidi, S.Sos., M.AP. yang sekaligus Anggota Komisi X DPR RI.

Turut hadir Anggota DPD RI K.H. Dr. Hilmi Muhammad, lalu Anggota DPR RI Kaisar Abu Hanifah, para kepala daerah (kabupaten/kota), Kapolda, Danrem, Dirjen Dikti Saintek, para rektor, tokoh agama, dan OKP di DIY. Menurut panitia kurang lebih 385 orang yang hadir memenuhi ruangan Main Hall UNU Yogyakarta.

Acara dikemas dengan visualisasi yang meriah tanpa menanggalkan sakralitas pengukuhan. Ketua Umum Tanfidiyah PWNU DIY K.H. Zuhdi Muhdlor yang sekaligus kader PMII Yogyakarta mengaku tersentuh hatinya saat menyanyikan lagu Mars PMII.

Sebelum memulai prosesi pembacaan doa, dengan nada yang terbata-bata ia menyampaikan "Hati saya tersentuh sempat meneteskan air mata tadi saat menyanyikan Mars PMII teringat masa-masa mahasiswa".

Menurut Ketua Panitia Edwin Ristianto, nuansa sakral itu memang didisain sedari awal mulai dari barisan hadroh saat penyambutan tamu di lobby, screening video sejarah PMII, pementasan tari tradisional Jawa "Niti Laku", pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan Indonesia Raya, Mars dan Hymne PMII.

Ketua Umum IKA-PMII DIY Ahmad Anfasul Marom dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada para tamu undangan dan para senior yang telah meluangkan waktunya untuk hadir di acara pengukuhan ini.

Ia juga menandaskan bahwa ini merupakan momentum penting bagi Ikatan Alumni untuk konsolidasi dan mengaktivasi kembali organisasi yang sejak dua puluh tahun lalu mati suri (2004-2025).

Selain acara simbolik launching buku "Diaspora Kaum Pergerakan: Sejarah PMII DIY dari tahun 1960-2024", Ketua Umum yang biasa disapa Aan Marom itu juga menghadirkan Dirjen Dikti Saintek Kemdiktisaintek RI, Kepala LLDIKTI V dan para Rektor se-DIY untuk membahas problem-problem perguruan tinggi dalam forum terbatas di Lantai 9 UNU Yogyakarta.

Forum terbatas itu sengaja Ketum IKA-PMII DIY agendakan dengan harapan pengukuhan itu ada dampak maslahatnya untuk publik, jadi bukan hanya gebyar seremonial saja. "Mumpung di sini hadir Sekjen PB IKA-PMII yang juga Anggota Komisi X DPR RI H. Muhammad Nurpurnamasidi," katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Ketua Umum PB IKA-PMII saat ini adalah Drs. H. Fatchan Subchi, M.AP. yang kebetulan juga Anggota BPK VI (Badan Pemeriksa Keuangan) yang konsen terhadap pengelolaan keuangan negara di sektor Kemendiktisaintek.

Jadi, ini forum yang strategis bagi pemangku perguruan tinggi dan IKA-PMII DIY untuk berkolaborasi memberi sinyal-sinyal perbaikan terhadap persoalan-persoalan pendidikan. Khususnya terkait dengan SDM dan UKT (Uang Kuliah Tunggal) mahasiswa yang sempat bergejolak, di sisi lain pemerintah juga sedang mendorong SDM unggul dan Indonesia Emas 2045.

Yogyakarta bukan hanya dikenal sebagai kota pendidikan tapi juga episentrum gerakan intelektual dan kebudayaan. Sesuai dengan tema pengukuhan "Mengistimewakan Yogyakarta, Membangun Indonesia", Ketum IKA-PMII DIY berharap organisasi alumni ini terus berkembang mengisi sektor-sektor strategis yang berdampak positif terhadap pembangunan bangsa dan negara.

Oleh sebab itu, menurut dia, perlu menjalin kerja sama dan kolaborasi lintas sektor strategis supaya diaspora alumni bisa berdampak lebih luas lagi. Setidaknnya tidak terus berjubel di sektor politisi dan akademisi.

IKA-PMII DIY juga mendukung sepenuhnya program FLF (Future Leaders Fellowship) yang telah diinisiasi oleh Pengurus Besar di 16 titik Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia.

Untuk mendukung program itu Pengurus Wilayah IKA-PMII DIY sedang menyiapkan program-program Master Class yang sekiranya in line dan related dengan kebutuhan generasi kader masa kini antara lain bidang-bidang startup, bisnis, content creator, pendidikan dan teknologi pertanian. Menurutnya ini penting guna membangun sinergi antara alumni dan kader-kader PMII.

Selaku Ketum PW-IKA PMII DY Aan menyampaikan komitmennya untuk mempererat jalinan silaturahim alumni dan menjadikan organisasi IKA sebagai rumah bersama bagi para kader dan diaspora alumni tentunya.


Pewarta : SP
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026