Jakarta (ANTARA) - Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Tommy Andri Wardhana menilai koperasi di Indonesia membutuhkan pendekatan baru yang mampu menjembatani semangat gotong royong dengan efisiensi model bisnis modern.

“Koperasi dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Melalui model Passive Franchise, kita bisa memperkuat peran mereka dengan sistem kemitraan yang adaptif tanpa kehilangan nilai sosialnya,” kata Dr. Tommy dalam kegiatan Leadership Day 2025 yang digelar Program Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM di Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) Yogyakarta, baru-baru ini.

Dalam keterangan resmi pada Kamis, dia menyebut gagasan tersebut merupakan hasil riset disertasinya yang kini telah dibukukan dengan judul “Kemitraan Passive Franchise untuk Kemajuan Koperasi di Indonesia: Eksplorasi Implementasi Model Tomira.” Melalui konsep Passive Franchise, Dr. Tommy berupaya menghadirkan model kemitraan yang memungkinkan koperasi dan UMKM tumbuh secara adaptif dan berkelanjutan.

Model ini menekankan tiga pilar utama, yaitu kemitraan yang adil dan berulang (reciprocal partnership), tata kelola koperasi yang transparan, serta integrasi rantai pasok lokal yang berorientasi nilai tambah.

Pendekatan itu diharapkan dapat mendorong koperasi bertransformasi menjadi pusat inovasi ekonomi lokal yang berdaya saing tinggi.

Leadership Day 2025 menjadi wadah bagi sivitas akademika UGM untuk mendiseminasikan hasil riset dan inovasi kebijakan ke publik. Program Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM berkomitmen mencetak pemimpin yang mampu menjembatani dunia akademik dengan praktik kebijakan nyata.

Dr. Tommy menegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi seharusnya tidak berhenti pada tataran teori, tetapi melahirkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Kami mendorong mahasiswa pascasarjana untuk menghadirkan inovasi yang bisa langsung diterapkan, termasuk dalam penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat,” ujarnya.

Melalui penerbitan buku dan diseminasi gagasan ini, Dr. Tommy berharap model Passive Franchise dapat menjadi jembatan antara teori dan praktik, serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi berbasis koperasi menuju visi Indonesia Emas 2045.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Akademisi UGM gagas model baru perkuat koperasi dan UMKM