Jakarta (ANTARA) - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri mengungkapkan nama-nama grup yang terafiliasi jaringan true crime community yang menyebarkan paparan ekstremisme dan ideologi kekerasan.
“Adapun beberapa nama grup yang terafiliasi dengan true crime community ini, ada puluhan grup,” kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.
Mayndra merincikan nama-nama grup itu adalah TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, dan WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, TCC Universe V2, TCC Community, TCC City Nueva Revolucion, [tccland], dan FTCI Film True Crime Indonesia.
Grup lainnya adalah Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Nuapf, Medenist Brigade, Legion Devision, FSP-NB (80 member), AZW Ragebait, Saranjana, Medenism Under Boris, Anarko Libertarian Maoist, Army of Legion, dan Have Sex With Your Gun.
Ia mengatakan puluhan grup tersebut masih aktif dan teridentifikasi berbahaya karena mengajak anak melakukan kekerasan.
Dirinya pun mengimbau orang tua untuk mewaspadai apabila pada gawai anak-anaknya ditemukan grup dengan nama-nama tersebut melalui multiplatform, termasuk media sosial.
“Bagi orang tua, apabila menemukan grup-grup ini di gawai anaknya, segera untuk diberikan bimbingan,” katanya.
Sejumlah simbol paham ekstremisme konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Lebih lanjut, Mayndra juga mengungkapkan sejumlah simbol-simbol yang berkaitan dengan paham ekstremisme ini, yaitu Black Sun, Ku Klux Klan, Nazi, Odal Rune, Aryan Nation, British People’s Party, dan Sturmabteilung.
Berikutnya, Iluminati, Anti-Christ, Pentagram, 3rd SS Divison, 2nd SS Divison, 1st SS Divison, Schutzstaffel Abzeichen, Iron Guard, Leben Rune, White Pride World Wide, Nazi Eagle, gestur White Power, dan gestur hormat Nazi.
Ia mengatakan bahwa simbol-simbol tersebut di dalam buku catatan, atribut pakaian, hingga komunitas digital.
Simbol tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk mengidentifikasi pola perilaku dan pola pikir anak dalam rangka pencegahan.
“Untuk anak-anak kita ini, mereka tidak menganut paham ini secara penuh atau total. Mereka hanya menjadikan ini sebagai inspirasi dan rumah kedua bagi mereka,” katanya.
Densus 88 ungkap nama grup TCC sebarkan ekstremisme
Kamis, 8 Januari 2026 1:29 WIB
Juru Bicara Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana (tengah) berbicara dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani
Pewarta : Nadia Putri Rahmani
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyerahkan aset rampasan negara senilai Rp3,88 miliar ke Kementerian PU
10 April 2026 14:35 WIB
1.548 peserta dari 88 SD-MI ikuti MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 2025-2026
31 January 2026 22:17 WIB
Puncak peringatan HUT ke-88, ANTARA DIY serahkan penghargaan pemenang lomba karya jurnalistik
16 December 2025 18:05 WIB
Pemkab Sleman gelar seminar Pencegahan Ekstremisme dan Radikalisme di lingkungan pendidikan
27 November 2025 19:47 WIB