
Pencegahan virus hanta dengan pengendalian tikus

Jakarta (ANTARA) - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan pencegahan kontaminasi virus hanta dari kotoran tikus ke manusia bisa dilakukan dengan pencegahan utama pengendalian hama tikus di lingkungan tempat tinggal terutama saat musim hujan dan banjir.
“Jadi pengendalian tikus itu menjadi core strategi ya, tutup akses tikus ke rumah atau gudang, simpan makanan dalam wadah tertutup, dan juga bersihkan lingkungan yang lembab,” kata Dicky dalam percakapan daring dnegan ANTARA, Rabu.
Dicky mengatakan pada saat hujan dan banjir risiko terjangkit penyakit dari kotoran tikus juga meningkat, selain virus hanta dengan penularan terbatas juga adanya risiko leptospirosis dari urin tikus yang ada di permukaan.
Ia menjelaskan meski sama-sama berasal dari kotoran tikus, perbedaan leptospirosis dan virus hanta terletak pada dampak penularan di organ tubuh manusia, di mana virus hanta menyerang paru-paru dan menyebabkan kematian cepat, sementara leptospirosis menyerang ginjal dan hati
“Jadi gunakan sepatu bot misalnya kalau banjir, juga hindari kontak dengan air kotor apalagi kalau ada luka. Yang juga perlu diperhatikan kalau ada orang yang bertugas atau melakukan bersih-bersih gudang atau ruang tertutup ini harus pakai masker dan cuci tangan rutin,” katanya.
Ia mengatakan saat menyapu area yang kering dan kotor juga perlu jadi perhatian karena debu atau aerosol bisa terhirup manusia. Ia mengatakan sebaiknya menggunakan desinfektan terlebih dahulu sebelum dibersihkan, dan menggunakan masker saat membersihkan debu di ruangan tertutup.
Meskipun jarang, penularan virus hanta pada saat banjir dan hujan tetap mungkin terjadi sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama mencegah penyakit.
Deteksi dini menjadi sangat krusial dengan pencegahan terbaik yaitu pengendalian tikus, kebersihan lingkungan dan kebersihan diri terutama saat musim hujan ataupun banjir.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
