Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh dengan target tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda saat memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H.

"Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Kita semua bekerja keras supaya saat Ramadhan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan lebih tenang dan maksimal,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Saat ini, Kementerian PU tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang dengan progres 98,75 persen dan ditargetkan segera dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak.

Huntara di Aceh Tamiang dibangun menggunakan metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI) tanpa alat berat yang memungkinkan pembangunan dilakukan dengan cepat di tengah kondisi pascabencana.

Pembangunan ini merupakan bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pasca bencana Aceh 1.

Secara teknis, Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 m² dengan total luas bangunan 2.052 m², terdiri dari 7 blok hunian dan mushola.

Sebanyak 114 modul dibangun untuk menampung 84 KK atau sekitar 336 jiwa, lengkap dengan 42 unit mandi, cuci, kakus (MCK), area komunal multifungsi.

Kemudian area jemur, mushola, genset, serta toren air. Sistem pendukung air bersih berasal dari sumur bor dan tandon, pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek, serta pasokan listrik dari PLN.

Dody menekankan bahwa penyelesaian pembangunan huntara sebelum Ramadhan merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pasca bencana tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadhan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meskipun dalam kondisi pascabencana,” ujarnya.


Pewarta : Aji Cakti
Editor : Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026