Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung 2026 yang saat ini dimulai di Dusun Payak, Kelurahan Srimulyo sarana mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
"TMMD ini merupakan sarana mempercepat pembangunan perdesaan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Bupati Bantul Sri Nuryanti saat pembukaan TMMD di Bantul, Selasa.
Dia mengatakan hal tersebut karena wujud TMMD di wilayah Kalurahan Srimulyo, Piyungan berupa cor blok jalan dan rehab mushalla, sedangkan untuk melaksanakan program tersebut, mendapat dukungan dana kurang lebih Rp300 juta.
"Melalui TMMD, kami berupaya membuka akses yang masih terisolir agar pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Program TMMD ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bantul ditambah APBD DIY. TMMD tahap pertama di Bantul tersebut dengan waktu pengerjaan dimulai 10 Februari dan direncanakan sampai 11 Maret 2026.
Dia mengatakan TMMD salah satu wujud operasi bakti TNI yang dilaksanakan terpadu lintas sektor.
"Tujuan utamanya untuk akselerasi pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya di daerah tertinggal, terisolir, ataupun wilayah terdampak bencana alam," katanya.
Ia menjelaskan TMMD dapat diwujudkan dalam bentuk non-fisik, sedangkan di Dusun Payak Tengah difokuskan pada pembangunan infrastruktur.
Keputusan ini, katanya, diambil karena pembangunan infrastruktur dibutuhkan masyarakat.
"Adanya cor jalan merupakan bentuk konektivitas antar-wilayah yang dapat menunjang aktivitas ekonomi dan sosial," katanya.
Melalui TMMD ini, Pemkab Bantul berharap, dapat kembali membangkitkan semangat gotong royong, yang memang menjadi bagian budaya luhur.
"Semangat inilah yang didorong dalam pelaksanaan TMMD agar bisa melibatkan partisipasi aktif masyarakat," katanya.