Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) guna memperkuat kuat sinergi lintas instansi dalam membangun kesadaran keselamatan diri masyarakat Indonesia yang tangguh bencana. 

Mendikdasmen Mu’ti menuturkan momentum itu sejalan dengan keinginan pihaknya untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan diri kepada para murid dan guru di berbagai satuan pendidikan.  

“Kita bisa bekerja sama menjadikan Search and Rescue (SAR) sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah,” kata Mu’ti di Jakarta pada Jumat. 

Mu’ti mengatakan program kementerian memiliki kesamaan visi dengan Basarnas karena fokus utama Kemendikdasmen adalah mendidik anak-anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya di berbagai bidang, tidak terkecuali kemampuan Search and Rescue (SAR) yang sangat diperlukan untuk disinkronkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. 

“Kemampuan ini juga bisa disinkronkan dengan program Pramuka yang sekarang menjadi ekstrakurikuler wajib di semua sekolah. Sangat penting bagi anak-anak kita untuk memiliki keahlian menyelamatkan diri, baik saat terjadi banjir, kebakaran, maupun musibah lainnya. Paling tidak, mereka memahami dasar-dasarnya,” imbuh Mu’ti. 

Ia berharap pertemuan hari itu menjadi awal untuk bersinergi menyelamatkan masyarakat yang memerlukan pertolongan.

Kerja sama ini, kata dia, juga menjadi upaya dalam mengembangkan kemampuan anak-anak Indonesia agar dapat menjadi tim relawan Basarnas yang tangguh di masa depan.

Senada dengan pernyataan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti menambahkan kementerian memiliki satuan pendidikan aman bencana (SPAB) yang bisa diselaraskan dengan Basarnas.  

“Di kementerian, kita mempunyai Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Jadi, nanti program ini juga bisa kita bisa selaraskan,” ujar Suharti.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan sinergi keduanya penting mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa, namun berisiko tinggi terhadap bencana. 

Ia menyebutkan Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam hal potensi bencana, termasuk megathrust yang diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu 100 tahun ke depan.

Ia juga menambahkan, berdasarkan amanah undang-undang, masyarakat tidak terdampak yang berada di sekitar lokasi bencana memiliki kewajiban untuk melakukan tindakan awal sembari menunggu petugas.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya pelatihan di level Pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui alat permainan edukatif (APE) yang selaras dengan ajaran dasar bahwa keselamatan adalah sesuatu yang mendasar.

“Sehingga kedepannya mulai dari pelatihan-pelatihan di level PAUD bisa kita sinergikan mainan-mainan dengan minimal pemahaman bahwa keselamatan itu menjadi sesuatu yang mendasar,” ujarnya.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendikdasmen-Basarnas tandatangani MoU tentang keselamatan diri


Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026