Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyatakan bahwa hubungan persahabatan Indonesia dan Pakistan telah bertransformasi lengkap menjadi kemitraan strategis di bawah pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Sabtu, Dubes Pakistan itu menyatakan bahwa kemitraan tersebut mencakup semua bidang kerja sama, termasuk kolaborasi sektor pertahanan, ekonomi dan perdagangan, investasi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hubungan antarmasyarakat, pertanian, ketahanan pangan.

Dia juga mengatakan bahwa Indonesia dan Pakistan telah sepakat untuk memasuki era baru kemitraan ekonomi, yaitu perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif yang akan diselesaikan tahun depan.

“Kami sedang berdiskusi dengan Indonesian Sovereign Wealth Fund (Danantara), dan kami telah melakukan diskusi lanjutan tentang beberapa bidang di mana kami dapat bekerja sama, termasuk pembuatan vaksin di Pakistan,” lanjut Dubes Chaudhri.

Dia melanjutkan bahwa Indonesia dan Pakistan sedang berupaya untuk menyelaraskan standar sertifikasi halal kedua negara dan menciptakan keterkaitan dalam rantai pasokan makanan halal antara Indonesia dan Pakistan.

Baca juga: Lebanon minta bantuan Pakistan untuk setop serangan Israel

Baca juga: AS-Iran bicara langsung di Islamabad soal gencatan senjata permanen

“Kami juga sedang mengerjakan beberapa usaha patungan dalam hal makanan halal. Jadi kami percaya bahwa baik Pakistan maupun Indonesia, kita sebenarnya dapat menjadi bukan hanya mitra, tetapi tren yang mapan dalam sektor halal,” ujarnya.

Selain itu, Dubes Chaudhri mengatakan bahwa Indonesia dan Pakistan sedang melakukan pembicaraan untuk pasokan sistem senjata canggih dari Pakistan ke Indonesia dan pelatihan lanjutan kepada perwira angkatan bersenjata Indonesia.

Menurutnya, sekelompok tentara Indonesia baru saja kembali dari Pakistan setelah mendapatkan pelatihan khusus di Pakistan.

Dia juga menyebutkan bahwa Indonesia dan Pakistan berkolaborasi dalam sektor pendidikan, mengatakan bahwa akan ada lebih banyak mahasiswa Pakistan yang datang ke Indonesia dan sebaliknya.

“Terutama di bidang-bidang seperti pendidikan kedokteran, teknik, komputasi, komputasi tingkat lanjut. Jadi, di semua bidang ini, kita akan melihat lebih banyak mahasiswa Indonesia datang ke Pakistan,” ujarnya.

Baca juga: Harga BBM melonjak, Pakistan gratiskan transportasi umum satu bulan
 

Indonesia memimpin keketuaan D8 periode 2026-2027 dengan mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama” dan Pakistan merupakan salah satu negara anggota D8.

D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi negara anggota terbaru yang bergabung dengan D-8 pada Desember 2024.

Indonesia dan Pakistan telah menjalin hubungan diplomatik sejak April 1950 dan telah memperingati 75 tahun hubungan diplomatik pada 2025. Kedua negara merupakan negara penggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung tahun 1955 bersama India, Sri Lanka, dan Myanmar.




 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dubes: RI-Pakistan kini mitra strategis di era Prabowo-Sharif