Jakarta (ANTARA) - Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. dr. Fitri Hartanto Sp.A Subsp TKPSK (K) mengatakan tempat pengasuhan anak atau penitipan anak seperti daycare harus dapat memenuhi kebutuhan dasar anak agar sehat dan normal
Kebutuhan dasar yang dimaksud tidak hanya dari fisik namun juga biogenetik, aspek perkembangan neuropsikologi dan aspek sosial.
“Bagaimana anak terpenuhi kebutuhan nutrisi, kesehatannya, lingkungan yang sehat, pola asuh orang tua yang konsisten positif, kasih sayang, penghargaan, stimulasi yang positif, pembelajaran, interaksi, itu adalah kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi oleh orang tuanya, salah satu tidak terpenuhi pasti anak ini tidak akan mencapai optimalisasi dari potensi genetik,” katanya dalam diskusi yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, pendekatan yang disebut pola asuh, asih dan asah ini sesuai dengan pendampingan yang disarankan oleh WHO untuk mewujudkan pertumbuhan anak yang optimal.
Pendekatan ini disarankan untuk diberikan kepada anak dari pengasuh termasuk juga masyarakat di sekitarnya yang mendukung kebutuhan anak.
Fitri mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar anak bisa dioptimalkan dengan lini utama yakni orang tua, juga bantuan dari lini lain jika orang tua memiliki keterbatasan waktu untuk mengasuh anak yang disebut sebagai lingkungan meso.
Baca juga: Polisi tetapkan pengasuh "daycare" di Aceh jadi tersangka
“Di saat orang tua akan memenuhi kebutuhan dasar seorang anak tidak mampu, ya, salah satunya adalah aspek pengasuhannya, maka minta tolong ke lingkungan meso, lingkungan yang membantu, nah, daycare posisinya disini,” katanya.
Fitri menjelaskan daycare perlu memiliki nilai-nilai tentang hakikat perkembangan anak usia dini dan bagaimana berperan dalam pengasuhan anak untuk pemenuhan sebagian kebutuhan dasar agar pertumbuhannya tetap optimal.
Pengasuh di daycare juga harus mempunyai kompetensi terhadap aspek-aspek pembelajaran dan psikologi anak, menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perkembangan secara holistik meliputi kebutuhan fisik, kognitif, sosial, dan emosional mereka.
Komunikasi yang efektif dan interaksi positif dalam pengasuhan akan memberikan banyak pembelajaran pada anak yang diasuh.
Baca juga: Pemkot Banda Aceh tutup daycare usai kasus dugaan penganiayaan balita
Namun, berdasarkan penelitian Komisi Perlindungan Anak di Indonesia tahun 2020, Fitri mengatakan kurang dari 50 persen tenaga pengasuh di daycare tidak memiliki sertifikat profesi dan 44 persen dari tempat penitipan anak juga tidak memiliki legalitas yang jelas, dan 25,3 persen daycare tidak memiliki standar operasional terkait prosedur pengasuhan yang menyebabkan penelantaran anak.
Fitri menjelaskan penelantaran anak (Child Abuse and Neglected) adalah semua bentuk perlakuan yang menyakitkan secara fisik ataupun emosional, penyalahgunaan seksual, penelantaran, eksploitasi komersial yang mengakibatkan cedera atau kerugian nyata terhadap kesehatan anak, kelangsungan hidup, tumbuh kembang atau martabat anak.
“Fenomena ini adalah seperti fenomena gunung es yang terlihat kasusnya sedikit tapi anak yang berisiko terjadi kekerasan pada anak cukup banyak, cukup besar, Nah, ini pentingnya kita di dalam memperhatikan aspek-aspek ketika orang tua mengasuhkan pada anak tidak cukup hanya menitip,” katanya.
Untuk melindungi anak dari risiko kekerasan saat pengasuhan di daycare, orang tua perlu melihat aspek keamanan fisik yang seharusnya disediakan daycare.
Pengasuhan di bawah usia tiga tahun harus berbasis kepedulian, bukan otoriter yang dapat menyebabkan anak ketakutan dan bisa jadi mengalami tanda awal depresi.
Ia mengatakan tugas mendampingi dan memenuhi kebutuhan dasar anak tetap ada pada orang tua, namun pemilihan tempat pengasuhan atau penitipan anak harus yang berstandar nasional serta memiliki legalitas yang jelas bisa menjadi pertimbangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan perkembangan optimal anak.
Baca juga: Anggota DPR usul evaluasi total tata kelola "daycare"
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Daycare harus bisa memenuhi kebutuhan dasar anak untuk tumbuh optimal
Daycare harus bisa memenuhi kebutuhan dasar anak untuk tumbuh optimal
Kamis, 30 April 2026 7:00 WIB
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. dr. Fitri Hartanto Sp.A Subsp TKPSK (K) dalam diskusi secara daring yang diikuti di Jakarta, Rabu (29/4/2026) (ANTARA/Fitra Ashari)
Pewarta : Fitra Ashari
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri PPPA kawal proses hukum dan pendampingan kasus daycare di Yogyakarta
28 April 2026 12:14 WIB
Penembakan dalam acara Donald Trump terjadi di hotel tempat Ronald Reagan dulu ditembak
26 April 2026 23:28 WIB