Logo Header Antaranews Jogja

PKK dan BTN sosialisasi menabung

Rabu, 7 Maret 2012 10:38 WIB
Image Print
Tabungan untuk rakyat kecil (istimewa)

Jogja(ANTARA Jogja) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara, Selasa menggelar sosialisasi menabung untuk masyarakat golongan penghasilan rendah di kota ini.

"Bank Tabungan Negara (BTN) dan Tim Penggerak PKK Yogyakarta menggalang sosialisasi masyarakat berpenghasilan rendah untuk menabung di tabungan BTN Cermat dengan bebas biaya administrasi bulanan," kata Kepala Cabang BTN Yogyakarta Mamat Setiawan.

Di sela peluncuran dan sosialisasi tabungan Cermat yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta, ia mengatakan bahwa keringanan produk tabungan baru tersebut memberikan kemudahan bagi lapisan masyarakat tingkat bawah yang berpenghasilan rendah dengan setoran awal minimal Rp10.000 di kantor pos atau di kantor cabang Bank BTN manapun.

"Sistem ini untuk memudahkan mereka menabung. Dengan setoran awal kecil, bisa dilakukan di kantor pos manapun, dan tidak ada biaya administrasi bulanan," katanya.

Sementara dalam peluncuran dan sosialisasi tabungan Cermat yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta di Timoho, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, kerja sama PKK dan Bank BTN tersebut menjadi langkah maju dalam menggalakkan budaya menabung bagi masyarakat Yogyakarta.

"Kita perlu mengubah pola atau budaya utang/kredit dengan budaya menabung," katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta Trikirana Muslidatun, mengatakan pola kredit konsumtif oleh masyarakat sering berpengaruh pada tingkat stres dan tumbuh kembang anak.

"Kondisi seperti Ini sering terjadi. Orang tua sibuk mengangsur utang,namun kebutuhan gizi dan nutrisi anak dan keluarga justru terabaikan. Ada juga yang penghasilannya habis untuk membayar cicilan kredit, hingga membuat mereka stres," katanya..

Dalam kesempatan tersebut, PKK Kota Yogyakarta juga melakukan kampanye mengurangi konsumsi beras dengan lomba memasak kudapan berbahan baku ketela.

"Jadi ada dua program yang kita galakkan. Pertama program gemar menabung, dan kedua adalah menggalakkan konsumsi non beras, untuk menekan impor beras," katanya.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026