
Sleman cegah flu burung melalui program pasar sehat

Ayam terserang flu burung yang diperjualbelikan di pasar, dapat menular kepada para pengunjung pasar melalui udara"
Jogja (ANTARA Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mewaspadai penyebaran virus H5N1 atau flu burung di sejumlah pasar tradisional, di antaranya dilakukan dengan program pasar sehat.
"Upaya ini kami lakukan dengan program pasar sehat, yakni melakukan pedampingan kepada pedagang pasar, khsusunya penjual daging ayam atau unggas agar lebih memperhatikan kesehatan dirinya dan barang jualannya," kata Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Cahya Purnama, Jumat.
Menurut dia, program pasar sehat tersebut meliputi sanitasi di tempat atau los penjualan daging, tempat pembuangan sampah serta saluran air.
"Selain itu kami juga akan meminta kepada pedagang daging unggas yang sedang kena flu agar tidak berjualan dulu, karena jika ini sampai bertemu dengan unggas yang terinfeksi H5N1 akan berisiko tertular," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Mafilindati Nuraini mengatakan pada musim hujan masyarakat diminta mewaspadai penyebaran virus flu burung, mengingat penyebarannya sangat rentan berkembang dengan kelembaban udara yang cukup tinggi.
"Kami telah menerima surat edaran dari pusat, semua kabupaten/kota termasuk Sleman untuk tetap mewaspadai penyebaran virus flu burung terutama terhadap manusia," katanya.
Menurut dia, selain melakukan sosialisasi pola hidup bersih sehat (PHBS) kepada masyarakat, dengan kondisi cuaca yang kurang memungkinkan saat ini, tidak menutup kemungkinan penyebaran virus flu burung terhadap manusia bisa berasal dari pasar.
"Ayam terserang flu burung yang diperjualbelikan di pasar, dapat menular kepada para pengunjung pasar melalui udara," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pasar Kabupaten Sleman serta LSM termasuk pedagang pasar terus berupaya melakukan berbagai kegiatan PHBS di lingkungan pasar.
"Selain meminimalkan penyebaran virus flu burung melalui pasar, kegiatan juga sebagai bentuk untuk mewujudkan pasar sehat, dengan pengelolan pasar yang baik dari sisi kemanan dan kenyamanan para pengunjung pasar termasuk para pedagang," katanya.
Mafilinda mengatakan program pasar sehat juga untuk meminimalkan berbagai vektor penyakit yang bisa berasal dari air limbah, MCK termasuk di lingkungan pasar yang kotor.
"Sementara untuk pasar sehat sekaligus mendukung adipura, Kabupaten Sleman telah menyiapkan tiga pasar sehat. Masing-masing, pasar tersebut, Pasar Sambilegi, Condong Catur dan Pasar Cebongan," katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, sejak 2011 hingga pertengahan Maret 2012 jumlah warga yang terserang flu burung nihil.
"Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman tetap mengharapkan masyarakat Kabupaten Sleman untuk terus melakukan pola hidup sehat dan bersih di lingkungan masing-masing," katanya. (V001)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
