
Warga Merapi temukan batu bersejarah

Boyolali (ANTARA Jogja) - Warga lereng Merapi menemukan sejumlah batu diduga situs bernilai sejarah berbentuk kotak dan menyerupai stupa tertimbun tanah di Dusun Salaran, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Sarju (52) warga Desa Jrakah, di Boyolali, Selasa mengatakan sejumlah batu yang ditemukan di lahan milik Suladi (55) tersebut diduga seperti bagian dari sebuah candi.
Benda itu ditemukan warga saat membersihkan lahan untuk proyek jalan jembatan gantung, Selasa (27/3).
Menurut dia, sejumlah batu tersebut ditemukan saat alat berat back hoe melakukan pembersihan lahan untuk jalan dengan merobohkan beberapa pohon. Ketika pohon diangkat bersama angkarnya dengan alat berat sejumlah batu itu, ikut terangkat.
Setelah pohon disingkirkan, kata dia, tanpa sengaja sejumlah pekerja proyek melihat sebuah batu menyerupai stupa di lokasi tersebut.
Selain itu, warga juga menemukan batu berbentuk balok tersebar, akibat ikut terangkat ke atas oleh alat berat.
"Sejumlah batu penemuan itu, kini dikumpulkan di lokasi untuk dilaporkan ke pemerintah desa setempat," kata Suladi pemilik lahan.
Menurut Suladi, tanah tebing setinggi sekitar dua meter miliknya tersebut terkena proyek jembatan gantung Dukuh Sepi, sehingga diratakan agar sejajar dengan jalan sekitar.
Kepala Desa Jrakah Tumar menjelaskan, lokasi penemuan sejumlah batu bernilai sejarah tersebut diduga merupakan kompleks berdirinya sebuah candi.
Menurut dia, ada
Namun, pihaknya tidak mengetahui berapa luas dari lokasi yang diduga daerah kawasan candi tersebut.
Menurut dia, batu berbentuk balok tersebut berukuran lebar sekitar 50 centimeter, tebal 20 centimeter, dan panjangnya sekitar 60 centimeter saat ditemukan berserakan tertimbun tanah. Sedangkanm, satu batu menyerupai stupa dengan ukuran tinggi sekitar 25 centimeter.
Batu itu, kini sudah diamankan dan akan dilaporkan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, untuk mengecekan," katanya.
Namun, warga setempat kalau diizinkan penemuan beberapa batu tersebut akan disusun kembali untuk dibangun sebuah gapura sebagai pintu masuk jembatan gantung Sepi.
Camat Selo Subiso saat dikonfirmasikan terkait penemuan batu tersebut, menyatakan, pihaknya belum menerima laporan dari pemerintah desa. Tetapi, pihaknya meminta agar pemerintah desa setempat melaporkan penemuan tersebut ke BP3 untuk dilakukan pengecekan ke lokasi.
(B018)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
