Logo Header Antaranews Jogja

Teknisi alat berat masih langka

Jumat, 13 April 2012 17:15 WIB
Image Print
ilustrasi.matanews.com

Denpasar (ANTARA Jogja) - Dirjen Bina Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bagus Marijanto mengatakan, sampai saat ini teknisi alat berat di Indonesia masih langka.

"Kelangkaan tenaga kerja di bidang ini salah satu penyebabnya adalah besarnya anggaran investasi pengadaan alat berat untuk pemagangan. Investasi beli alat beratnya saja sampai Rp5 miliar, bagaimana alat semahal itu diutak-atik untuk pemagangan," katanya saat melepas secara simbolis pekerja pemagangan dalam dan luar negeri dari Provinsi Bali di Denpasar, Jumat.

Menurut dia, minimnya pekerja tidak hanya di bidang teknisi alat berat, kondisi serupa juga terjadi pada terapis untuk spa. Jumlah tenaga kerja yang siap jauh lebih kecil dibandingkan kebutuhan yang tersedia.

"Tenaga kerja ini hampir dibutuhkan di seluruh dunia dan membantu sektor kepariwisataan," ucapnya.

Di sisi lain, kata dia, tahun ini 1.200 peserta pemagangan dari Bali sudah mendapat kepastian tempat kerja. "Bahkan ada perusahaan yang membutuhkan 356 tenaga kerja pemagangan, namun baru bisa dipenuhi sebanyak 120 tenaga kerja. Termasuk Jepang menyediakan 60 jenis lapangan kerja untuk pemagangan," katanya.

Jumlah perserta pemagangan sebanyak 1.200 orang ini terbagi dalam 60 paket pada 18 kejuruan. Sedangkan kegiatan pemagangan dilaksanakan di 24 lembaga pelatihan kerja di Bali dengan lama pemagangan selama empat bulan.

Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada kesempatan tersebut menyambut baik dan mendukung "Kegiatan Pemagangan Dalam Negeri Berbasis Pengguna Tahun 2012" tersebut.

"Saat ini, di Bali setidaknya memiliki jumlah pengangguran sebanyak 52 ribu orang atau setara 2,32 persen dari jumlah angkatan kerja di di daerah kita," ujarnya.

Pemagangan, kata Pastika, menjadi bagian dari peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja agar bisa terserap di lapangan kerja.

Gubernur juga mengingatkan peserta magang agar bersungguh-sungguh melakukan pemagangan dan siap bersaing di bursa kerja.
(KR-LHS)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026